Senin, 27 JULI 2026 • 17:42 WIB

Bupati Dony Minta DKS Susun Program Kerja Terukur Demi Wujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda

Author

Bupati Dony Minta DKS Susun Program Kerja Terukur Demi Wujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda

JAWA BARAT - Pelantikan jajaran Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Periode 2025–2030 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang terarah dan terukur. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta DKS menyusun program kerja yang memiliki sasaran jelas sebagai pijakan dalam mewujudkan visi Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dony saat melantik Pengurus DKS Periode 2025–2030 bersama Pengurus Paguyuban Budaya Kecamatan di Gedung Negara Sumedang, Minggu (26/7/2026).

Menurut Dony, setiap rencana strategis lima tahunan perlu diterjemahkan ke dalam program kerja tahunan yang dilengkapi target, indikator kinerja, serta penanggung jawab. Dengan demikian, capaian organisasi dapat diukur dan dievaluasi secara objektif.

"Saya berharap DKS memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Renstra lima tahun harus dijabarkan menjadi program kerja tahunan lengkap dengan target, indikator kinerja, dan penanggung jawabnya. Dengan begitu, keberhasilan organisasi dapat dievaluasi secara objektif," ujarnya.

Ia menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Setiap pengurus diharapkan mampu meninggalkan hasil pengabdian yang bermanfaat dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Baca juga: Bupati Sumedang Lantik Pengurus Forum OSIS 2026–2027, Tekankan Kepemimpinan Berkarakter

Dony juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya bergantung pada peran ketua, sekretaris, maupun bendahara. Seluruh pengurus, kata dia, harus menjalankan fungsi dan tanggung jawab masing-masing agar tujuan bersama dapat tercapai.

Sebagai gambaran, Dony menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang menjalankan berbagai program pembangunan dengan indikator yang terukur, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga pertumbuhan ekonomi. Pendekatan serupa dinilai penting diterapkan dalam pembangunan sektor kebudayaan.

Selain aspek perencanaan, Dony juga mengajak para pengurus DKS memiliki sudut pandang yang luas dalam menyikapi berbagai persoalan agar mampu melahirkan kebijakan yang tepat dan mengakomodasi kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan berawal dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri sebelum memimpin orang lain. Karena itu, sikap introspektif perlu lebih diutamakan daripada saling menyalahkan ketika menghadapi persoalan.

Dalam kesempatan tersebut, Dony turut memperkenalkan konsep Trilogi Kesadaran, yakni menyadari prinsip diri sendiri, memahami prinsip orang lain, serta memahami situasi dan kondisi. Ia menilai ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang efektif.

Baca juga: Bupati Sumedang Berharap Lulusan IPDN Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Bupati menegaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu pilar utama pembangunan Kabupaten Sumedang, berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk DKS, diharapkan mampu bersinergi untuk menginternalisasikan nilai-nilai budaya Sunda dalam setiap program pembangunan.

"Saya mengajak seluruh pengurus DKS untuk bekerja dengan ikhlas, profesional, dan penuh semangat pengabdian. Mari saling menguatkan dan berkolaborasi agar cita-cita menjadikan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda benar-benar terwujud," kata Dony.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Sumedang

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU