Senin, 13 JULI 2026 • 17:09 WIB

Farhan Tegaskan MPLS di Bandung Harus Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan

Author

Farhan Tegaskan MPLS di Bandung Harus Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan

JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh satuan pendidikan berlangsung aman dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kegiatan MPLS yang dilaksanakan selama lima hari harus difungsikan sebagai sarana bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, bukan menjadi ruang bagi tindakan yang bersifat intimidatif.

"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," ujar Farhan saat meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah di Kota Bandung, Senin (13/7/2026).

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat langkah pencegahan perundungan sejak dini melalui berbagai program yang melibatkan tenaga pendidik. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) melalui pelatihan yang diberikan oleh psikolog profesional.

Farhan Tegaskan MPLS di Bandung Harus Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan

Menurutnya, efektivitas pelatihan tersebut akan dievaluasi dalam kurun waktu satu semester guna mengukur dampaknya terhadap upaya penanganan kasus kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.

"Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal," katanya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX melalui pendekatan bela negara. Program yang telah berjalan sejak 2025 itu melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat.

Program tersebut ditujukan bagi remaja yang dinilai berada pada masa pencarian jati diri sehingga memerlukan penguatan karakter sebagai bekal dalam proses pembentukan kepribadian.

Farhan menambahkan, penguatan karakter juga akan dipadukan dengan pendekatan psikologi modern. Pemerintah berencana mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar.

Baca juga: Pembukaan Asia Africa Festival 2026 di Bandung Berlangsung Meriah, Angkat Tema Unity in Diversity

Ia mengungkapkan, hasil program pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan persoalan kesehatan mental pada anak, mulai dari tingkat stres ringan hingga depresi.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga menemukan adanya potensi peningkatan konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang dapat meningkatkan risiko diabetes pada masa mendatang.

Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji penambahan frekuensi mata pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam sepekan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih aktif bergerak sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU