JAWA BARAT - Kepolisian Resor Sumedang masih mendalami penyebab ambruknya Tembok Penahan Tebing (TPT) di proyek pembangunan rumah kos di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia dan memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah untuk memastikan apakah proses pembangunan telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama pemerintah setempat untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum," ujar Tanwin di Sumedang, Jumat.
Selain melakukan pendalaman terhadap penyebab insiden, penyidik juga berencana meminta keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk mandor dan pemilik bangunan, guna melengkapi rangkaian penyelidikan.
"Kami juga akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut, termasuk mandor dan pemilik rumah kos, untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan dan mengetahui secara utuh kronologi kejadian," katanya.
Baca juga: Polrestabes Bandung Kerahkan 264 Personel Amankan Asia Afrika Festival 2026
Menurut Tanwin, seluruh hasil pemeriksaan dan fakta yang berhasil dihimpun akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja tersebut, sekaligus menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah hukum berikutnya. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, mengungkapkan korban yang tertimbun material longsoran berhasil ditemukan tim gabungan setelah proses evakuasi yang berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam. Saat ditemukan, korban berada di bawah timbunan material dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter.
"Korban tertimbun ditemukan kurang lebih satu jam sampai satu setengah jam dari proses evakuasi dilakukan dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter," ujar Rogers.
Ia menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika para pekerja tengah melakukan persiapan pembangunan fondasi rumah kos sebelum menunaikan ibadah salat Jumat.
Baca juga: Longsoran TPT di Jatinangor Sumedang Tewaskan Pekerja, Evakuasi Berlangsung 1,5 Jam
Berdasarkan dugaan sementara, longsoran dipicu oleh getaran dari aktivitas penggalian yang menyebabkan fondasi gantung di bagian atas runtuh dan menimpa dua orang pekerja. Salah seorang pekerja berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka pada bagian bahu dan pelipis, sedangkan seorang pekerja lainnya meninggal dunia karena tidak sempat keluar dari area galian.
"Yang meninggal dunia masih memperbaiki tali sepatu atau masih memakai sepatu, jadi tidak sempat menyelamatkan diri," tutur Rogers.
Sebagai langkah pengamanan, kepolisian bersama pemerintah desa telah menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan di lokasi kejadian. Area proyek juga telah dipasangi garis polisi, sementara pihak terkait diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat masih terdapat potensi terjadinya longsor susulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara