JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan puluhan personel serta 360 relawan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau. Hingga saat ini, BPBD mengaku belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan seluruh personel telah disiapkan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan secara cepat apabila sewaktu-waktu terjadi dampak kekeringan di sejumlah wilayah rawan.
Menurutnya, koordinasi juga telah dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Perumdam Cianjur. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan armada truk tangki air apabila diperlukan dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
"Hingga saat ini belum ada laporan dari kecamatan-kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Namun, petugas bersama relawan terus melakukan pemantauan setiap hari terhadap kondisi di wilayah utara hingga selatan Cianjur," ujar Samudra, Rabu.
Selain menyiagakan personel di lapangan, BPBD juga menempatkan empat petugas piket setiap hari di layanan Call Center 112. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kebutuhan air bersih akibat musim kemarau maupun berbagai kondisi kedaruratan lainnya. Laporan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp, media sosial, maupun secara tertulis.
BPBD memastikan seluruh laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan petugas maupun relawan ke lokasi guna melakukan asesmen sekaligus penanganan awal. Pelaksanaan penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah desa dan kecamatan.
Baca juga: Pemkab Cianjur Tertibkan 117 Bangunan Liar di Jalur Utama Puncak-Cianjur, 300 Petugas Dikerahkan
"Masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 apabila membutuhkan bantuan petugas dan relawan, termasuk permintaan pasokan air bersih selama musim kemarau. Seluruh laporan akan segera kami tindak lanjuti bersama dinas terkait dan Perumdam," katanya.
Memasuki musim kemarau, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tempat penampungan air yang mudah dijangkau kendaraan pengangkut sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar. Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan hutan atau lahan tegalan yang vegetasinya mulai mengering selama musim kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara