JAWA BARAT - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan merelokasi dua sekolah dasar yang berada di Kecamatan Campaka dan Takokak. Langkah tersebut diambil karena kedua sekolah berada di kawasan yang masuk kategori rawan longsor dan terdampak pergeseran tanah yang terus meluas.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya masih melaksanakan pendataan sekaligus verifikasi lapangan terhadap sejumlah bangunan sekolah yang berada di wilayah berisiko bencana, khususnya di Kecamatan Campaka, Takokak, dan Kadupandak.
Menurutnya, proses relokasi akan segera dilaksanakan setelah seluruh tahapan pendataan dan verifikasi selesai. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan peserta didik dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan, mayoritas sekolah yang masuk rencana relokasi berada di kawasan yang kerap mengalami bencana pergeseran tanah dan longsor, terutama di wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu sekaligus membahayakan kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Pemkab Cianjur Gencarkan Promosi Wisata, Bidik Tiga Juta Kunjungan Wisatawan
Berdasarkan hasil verifikasi sementara, terdapat sekitar 15 satuan pendidikan yang berada di zona merah rawan bencana. Sekolah-sekolah tersebut dinilai tidak lagi layak dipertahankan di lokasi saat ini sehingga perlu dipindahkan, terutama yang berada di Kecamatan Campaka, Kadupandak, dan Takokak.
Ruhli menjelaskan, dua sekolah yang menjadi prioritas relokasi pada tahun ini salah satunya adalah SDN Karya Mukti di Kecamatan Campaka. Sekolah tersebut telah dua kali memperoleh bantuan rehabilitasi, namun bangunannya kembali mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah yang terus terjadi dan kini terancam roboh.
Sementara itu, satu sekolah dasar lainnya berada di Kecamatan Takokak yang juga kerap terdampak pergeseran tanah. Sekolah tersebut akan dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman. Selain itu, Disdikpora juga tengah mendata sekitar 13 sekolah tingkat SD dan SMP yang berada di kawasan dengan potensi bencana serupa.
Untuk mendukung proses tersebut, Disdikpora terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur guna menyiapkan relokasi sekolah-sekolah yang masih dalam tahap pendataan karena berada di wilayah rawan bencana, khususnya di kawasan selatan.
Baca juga: Bank BJB Gandeng Primajasa Perluas Pemanfaatan Layanan Perbankan
Koordinasi juga dilakukan bersama Koordinator Pendidikan (Kordik) di masing-masing kecamatan, serta melibatkan pemerintah kecamatan dan desa untuk membahas pemindahan lokasi sekolah secara menyeluruh ke kawasan yang lebih aman dari ancaman pergeseran tanah.
Dalam penentuan lokasi relokasi, Disdikpora bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah maupun tanah kas desa. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar proses relokasi sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa hambatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara