Rabu, 27 MEI 2026 • 13:25 WIB

Disdamkarmatan Bandung Soroti Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran

Author

Disdamkarmatan Bandung Soroti Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran

JAWA BARAT - Ancaman kebakaran masih menjadi perhatian serius di kawasan permukiman Kota Bandung. Di tengah berbagai insiden yang terjadi, kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pelaporan dini dinilai masih perlu ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Adhli Al-Afwan Izwar, dalam Sonanta Talkshow bersama PR FM bertema “Pencegahan Kebakaran Dimulai dari Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat”, Selasa, 26 Mei 2026.

Adhli menjelaskan, masyarakat memiliki peran besar dalam upaya pencegahan kebakaran. Ia menyebut sebagian besar kasus kebakaran dipicu aktivitas rumah tangga sehari-hari, mulai dari penggunaan instalasi listrik yang tidak aman, kebocoran gas, hingga pembakaran sampah sembarangan.

Menurutnya, laporan kepada petugas sering kali baru dilakukan saat api sudah membesar sehingga proses penanganan menjadi lebih sulit. “Jika laporan dilakukan lebih cepat, potensi penanganan juga bisa lebih optimal,” ujarnya.

Disdamkarmatan Bandung Soroti Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran

Ia menambahkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung saat ini telah memiliki standar waktu tanggap yang cukup baik. Berdasarkan ketentuan Kementerian Dalam Negeri, waktu respons ideal penanganan kebakaran berada di angka 15 menit. Sementara itu, rata-rata waktu respons di Kota Bandung telah mencapai sekitar 8 menit 39 detik.

Untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan, Disdamkarmatan Kota Bandung juga menempatkan empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah timur, utara, barat, dan selatan kota.

Meski demikian, Adhli menegaskan bahwa langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Berbagai program edukasi dan pelatihan terus dilakukan kepada sekolah, komunitas, hingga lingkungan RT dan RW agar masyarakat memahami langkah antisipasi serta penanganan awal saat terjadi kebakaran.

“Kami tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga September 2026. Kondisi cuaca kering dinilai dapat meningkatkan potensi kebakaran, terutama yang dipicu alang-alang maupun tumpukan sampah kering.

Baca juga: Dari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media Sosial

Disdamkarmatan Kota Bandung turut mengajak masyarakat, sekolah, dan komunitas untuk mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran. Permohonan pelatihan dapat diajukan secara resmi ke kantor Disdamkarmatan Kota Bandung di Jalan Sukabumi.

Sementara itu, angka kejadian kebakaran di Kota Bandung tercatat menurun sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kewaspadaan guna menekan risiko kebakaran semaksimal mungkin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU