Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 27 MEI 2026 • 13:18 WIB

Dari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media Sosial

Dari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media SosialDari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media Sosial

JAWA BARAT - Masjid Jaza yang mulai beroperasi pada 10 April 2026 kini ramai diperbincangkan publik, terutama di media sosial. Berlokasi di kawasan Trunojoyo, masjid ini menarik perhatian karena mengusung konsep modern sekaligus menghadirkan fasilitas yang dinilai nyaman bagi masyarakat dan para pekerja di sekitar area tersebut.

Kehadiran Masjid Jaza juga dianggap menjadi solusi atas minimnya tempat ibadah di kawasan Trunojoyo. Selama ini, warga maupun pegawai di area tersebut kerap mengalami kesulitan mencari masjid untuk menunaikan salat.

Takmir Masjid Jaza, Ari Prianto, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sebelumnya merupakan sebuah bar sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi masjid atas inisiatif sejumlah pelaku usaha setempat.

Dari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media SosialDari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media Sosial

“Dulu tempat ini memang bar. Karena di kawasan Trunojoyo cukup sulit menemukan masjid, akhirnya muncul gagasan dari para pengusaha untuk menghadirkan tempat ibadah yang lebih mudah dijangkau pegawai dan masyarakat,” ujar Ari saat dikonfirmasi, Sabtu, 26 Mei 2026.

Nama “Jaza” diambil dari doa Jazakallah Khairan Katsiran yang memiliki makna “Semoga Allah membalas kebaikanmu”.

Meski proses pembangunan masih terus berjalan, Masjid Jaza saat ini telah mampu menampung sekitar 150 hingga 200 jemaah di area lantai atas. Sementara untuk pelaksanaan salat Jumat, kapasitas jemaah dapat mencapai 300 sampai 400 orang dengan memanfaatkan area bawah bangunan.

Masjid ini juga dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan kalangan muda. Selain ruang salat berpendingin udara dan dilengkapi televisi, pengelola menyediakan pantry berisi kopi serta teh gratis bagi para jemaah.

Baca juga: Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Jadi Tuan Rumah Geopark Run Series 2026-2027

Ke depan, area bawah masjid direncanakan akan dilengkapi coffee shop dan food court. Sebagian hasil usaha tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional dan program wakaf masjid. “Kami ingin masjid menjadi ruang berkumpul anak muda. Jadi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ada ruang santai, kajian, dan komunitas,” kata Ari.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Jaza juga aktif mengadakan berbagai kegiatan kolaboratif bersama komunitas. Program yang digelar meliputi kajian keislaman, street run, hingga kegiatan sosial bertajuk “Jalur Jaza”.

Program tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pengelola masjid, komunitas, dan pelaku usaha untuk menghadirkan berbagai kegiatan sosial seperti Jumat Berkah, dukungan bagi pelaku UMKM, hingga program makan siang gratis untuk jemaah.

Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Rumah Bambu dan Kayu Cerminan Kearifan Lokal Sunda

Dalam waktu dekat, Masjid Jaza dijadwalkan menggelar kegiatan Muslim Fun Gigs pada 11 hingga 14 Juni 2026 dengan melibatkan sejumlah komunitas serta menghadirkan ustaz nasional maupun lokal asal Bandung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Bar Menjadi Masjid, Masjid Jaza Ramai Dibicarakan di Media Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!