Sabtu, 23 MEI 2026 • 19:18 WIB

Pemkab Kuningan Gencarkan Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2026

Author

Pemkab Kuningan Gencarkan Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha 2026 (Antara Foto)

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang hari besar keagamaan. “Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas daya beli,” ujar Dian di Kuningan, Jumat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM Idul Adha telah berlangsung di sejumlah kecamatan pada 18-21 Mei 2026 dan akan kembali digelar dalam beberapa hari mendatang.

Menurut Dian, berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang, cabai, telur, gula, tepung terigu, hingga daging ayam dan sapi mendapat respons tinggi dari masyarakat dan cepat terserap selama pelaksanaan program.

Secara keseluruhan, distribusi komoditas di setiap titik pelaksanaan rata-rata mencapai sekitar 4,3 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng, ditambah sejumlah bahan pangan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Ia menilai stabilitas daya beli masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, terutama ketika permintaan pangan meningkat menjelang perayaan keagamaan.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Digencarkan di Kuningan Jelang Idul Adha 2026

Berdasarkan data pemerintah daerah per 21 Mei 2026, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kuningan masih berada pada level relatif tinggi. Cabai rawit merah misalnya berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, daging sapi Rp135 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram, serta minyak goreng kemasan Rp23 ribu per liter.

Melalui program GPM, pemerintah daerah menyediakan sejumlah komoditas di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp12 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, dan daging sapi Rp125 ribu per kilogram.

Menurut Dian, selisih harga tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Adha.

Ia juga menegaskan pengendalian inflasi pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan administratif, tetapi perlu diikuti langkah intervensi langsung yang dapat dirasakan masyarakat. “Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum terjadi gejolak harga agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar,” katanya.

Baca juga: Harga Disubsidi, Program Pangan Murah di Cirebon Ringankan Beban Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah menyebut GPM menjadi instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan harga pangan sekaligus menekan potensi inflasi menjelang hari besar keagamaan.

Ia memastikan pelaksanaan program disusun berdasarkan data harga dan kebutuhan riil masyarakat sehingga distribusi komoditas dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di setiap lokasi. “Kami tidak ingin menunggu harga semakin tinggi. Pemerintah perlu bergerak lebih awal melalui intervensi yang terukur agar masyarakat tetap dapat memperoleh pangan dengan harga terjangkau,” ujar Wahyu.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU