Rabu, 22 APRIL 2026 • 16:10 WIB

Wali Kota Bandung Tekankan Kecepatan Respons Damkar di Tengah Kompleksitas Kota

Author

Wali Kota Bandung Tekankan Kecepatan Respons Damkar di Tengah Kompleksitas Kota

JAWA BARAT - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kecepatan respons dan kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam pelayanan pemadam kebakaran, seiring meningkatnya kompleksitas Kota Bandung yang kian padat dan dinamis.

Hal tersebut disampaikan saat ia memimpin apel gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung yang dirangkaikan dengan kegiatan olahraga bersama di Jalan Sukabumi, Selasa (21/4).

Dalam arahannya, Farhan mengawali dengan doa serta penghormatan kepada para petugas pemadam kebakaran dan relawan yang gugur, mengalami luka, maupun yang masih berjuang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia menyebut pengabdian mereka sebagai teladan yang harus dilanjutkan melalui kinerja terbaik.

Farhan menggambarkan Kota Bandung sebagai wilayah dengan tingkat mobilitas dan kepadatan tinggi. Selain dihuni sekitar 1,6 juta jiwa, kota ini juga menerima arus pendatang dan pekerja harian dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan potensi serta kompleksitas bencana, khususnya kebakaran.

Menurutnya, penanganan kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga evakuasi hewan liar menjadi bagian dari tugas rutin petugas di lapangan.

Di tengah tantangan tersebut, ia mengapresiasi capaian Damkarmatan yang mampu melampaui standar nasional waktu tanggap darurat. Jika standar maksimal ditetapkan 15 menit, Kota Bandung mencatat rata-rata waktu respons sekitar 8 menit 30 detik.

Baca juga: Hari Kartini 2026, Farhan Ajak Perkuat Peran dan Kesetaraan Perempuan

Meski demikian, Farhan menegaskan capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan, bukan menjadi alasan untuk berpuas diri.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung kinerja petugas, termasuk rencana penggunaan drone untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Selain itu, sistem pendukung seperti call center, GPS, dan command center dinilai dapat memperkuat efektivitas penanganan di lapangan.

Wali Kota Bandung Tekankan Kecepatan Respons Damkar di Tengah Kompleksitas Kota

Di sisi lain, Farhan menilai sistem proteksi kebakaran di sejumlah gedung masih perlu ditingkatkan. Ia menekankan bahwa fasilitas seperti alat pemadam api ringan (APAR), hidran, sprinkler, dan alarm kebakaran harus menjadi standar utama, bukan sekadar pelengkap.

Ia juga menyinggung persoalan teknis seperti gangguan lift di sejumlah hotel yang dinilai dapat berdampak pada citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata.

Peran relawan Redkar turut menjadi perhatian. Farhan menyebut mereka sebagai garda terdepan di tingkat wilayah, khususnya dalam penanganan awal sebelum petugas tiba. Namun, ia mengingatkan agar setiap upaya penyelamatan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Farhan juga mengapresiasi kinerja Damkarmatan dalam menangani bencana angin puting beliung pada awal April lalu yang dapat dipulihkan dalam waktu relatif singkat.

Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kesejahteraan personel melalui jaminan kesehatan, perlindungan kerja, serta tunjangan risiko tinggi.

Baca juga: Diplomat dan Tokoh Publik Hadiri Peringatan 71 Tahun KAA di Bandung

Apel tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan Hari Ulang Tahun Damkar ke-107, yang mencerminkan semangat pengabdian lintas generasi, termasuk kontribusi personel perempuan dalam layanan kebencanaan.

Menutup arahannya, Farhan menekankan bahwa disiplin menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai penyelamat, seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU