Senin, 12 JANUARI 2026 • 15:47 WIB

Nobar Persib–Persija Digelar Serentak, Pemkot Bandung Tekankan Keamanan dan Ketertiban

Author

Nobar Persib–Persija Digelar Serentak, Pemkot Bandung Tekankan Keamanan dan Ketertiban

JAWA BARAT - Gaung duel sarat gengsi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada lanjutan Super League, Minggu (11/1/2026), tak hanya terasa di stadion, tetapi juga merambat hingga ke tingkat kewilayahan Kota Bandung.

Untuk mengakomodasi antusiasme bobotoh sekaligus menjaga situasi tetap terkendali, Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar serentak di 30 kecamatan. Inisiatif ini diposisikan bukan semata sebagai hiburan publik, melainkan langkah preventif agar euforia pertandingan klasik tersebut tidak berujung pada gangguan ketertiban.

Di Kecamatan Cibeunying Kidul, kesiapan pelaksanaan nobar sudah terlihat sejak sehari sebelum laga. Meski informasi penyelenggaraan diterima dalam waktu relatif singkat, aparatur kewilayahan bergerak cepat menyiapkan sarana pendukung.

Operator komputer Kecamatan Cibeunying Kidul, Kiki, mengatakan persiapan dilakukan sejak malam hari usai informasi nobar beredar melalui media sosial. “Informasinya memang mendadak, baru kami terima dari media sosial. Persiapan dilakukan semalam, dan alhamdulillah hari ini sudah siap, tinggal menunggu warga datang,” ujarnya.

Baca juga: Zaini Shofari: Kedewasaan Bobotoh Jadi Faktor Pendukung Persib di Puncak Klasemen

Antusiasme masyarakat, kata Kiki, tercermin dari berbagai pertanyaan yang muncul di media sosial, mulai dari jadwal pelaksanaan hingga waktu berkumpul. Panitia pun mengimbau warga untuk hadir lebih awal, sekitar pukul 14.30 WIB, agar kegiatan berjalan tertib dan mudah dipantau oleh lingkungan sekitar.

Di tengah semangat tersebut, Kiki menekankan bahwa nobar menjadi alternatif aman bagi bobotoh yang tidak memperoleh tiket pertandingan. “Bagi warga yang tidak memiliki tiket, sebaiknya tidak memaksakan diri ke stadion. Nobar di wilayah masing-masing jauh lebih aman dan kondusif,” tegasnya.

Nobar Persib–Persija Digelar Serentak, Pemkot Bandung Tekankan Keamanan dan Ketertiban

Sebagai pendukung Persib, Kiki mengakui keinginan menonton langsung di stadion tetap ada. Namun ia juga menyampaikan harapan agar ke depan akses tiket semakin mudah dan praktik percaloan dapat ditekan. “Mudah-mudahan ke depan sistem tiket diperbaiki dan calo bisa diberantas. Sekarang harganya sudah tidak masuk akal, ada yang sampai Rp2,5 juta per tiket,” keluhnya.

Situasi serupa juga terlihat di Kelurahan Braga. Operator komputer kelurahan, Andri, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi nobar sejak sehari sebelumnya melalui berbagai kanal, mulai dari poster, pamflet, media sosial, hingga grup WhatsApp warga dan para ketua RW. “Informasi sudah kami sebarkan sejak kemarin. Persiapan berjalan lancar dan warga siap mendukung Persib,” ujar Andri.

Respons warga dinilai sangat positif. Bahkan, beberapa RW memilih menggelar nobar secara mandiri di lingkungan masing-masing. “Seperti di RW 6 Jalan Kejaksaan, mereka juga mengadakan nobar sendiri. Jadi warga bisa menonton dekat rumah tanpa harus ke stadion,” katanya.

Andri menilai kebijakan nobar serentak di 30 kecamatan sebagai langkah yang tepat, mengingat laga Persib kontra Persija selalu menyita perhatian dan emosi publik. “Ini laga klasik yang sensitif. Nobar menjadi wadah untuk menyalurkan antusiasme bobotoh dengan cara yang lebih aman dan tertib,” ujarnya.

Baca juga: Fenomena Swarming dan Sejarah Bandung sebagai Pusat Mobilitas

Meski demikian, ia mengingatkan agar euforia tetap dikendalikan. Dukungan kepada Persib, menurutnya, harus tetap diiringi dengan kesadaran menjaga ketertiban kota. “Dukung Persib dengan tertib. Jangan berlebihan dulu, karena kita belum juara. Kalau sudah juara, silakan euforia,” ucapnya sambil tersenyum.

Melalui pelaksanaan nobar serentak ini, Pemkot Bandung berharap semangat kebersamaan bobotoh dapat terjaga. Dukungan terhadap Persib Bandung diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran di stadion, tetapi juga sebagai komitmen bersama untuk menjaga Kota Bandung tetap aman, damai, dan bersatu dalam warna biru.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU