Bandung Siagakan 1.200 Personel Amankan Malam Tahun Baru 2026 (Antara Foto)
JAWA BARAT - Polrestabes Bandung menyiapkan pengamanan terpadu dengan mengerahkan sekitar 1.200 personel gabungan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan malam Tahun Baru 2026.
Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menjelaskan, personel akan ditempatkan di 11 titik yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi warga. Lokasi tersebut meliputi kawasan pusat kota, Flyover Pasupati, Dago, Summarecon, hingga kawasan Alun-alun Bandung.
Menurut Asep, pengamanan dilakukan secara sinergis bersama TNI dan Pemerintah Kota Bandung dengan fokus pada titik-titik rawan serta area publik yang berpotensi dipadati masyarakat. “Sebanyak 1.200 personel kami siagakan untuk memastikan perayaan malam Tahun Baru berlangsung aman dan tertib,” ujarnya di Bandung, Rabu.
Selain pengamanan di ruang publik, kepolisian juga menempatkan personel di sejumlah rumah ibadah. Langkah ini dilakukan guna menjamin pelaksanaan ibadah dan rangkaian kegiatan pergantian tahun dapat berjalan dengan aman dan kondusif.
Asep menuturkan, pola pengamanan malam Tahun Baru kali ini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan, khususnya terhadap potensi kriminalitas jalanan serta aktivitas kelompok bermotor yang kerap muncul pada momen pergantian tahun.
Baca juga: Malam Tahun Baru 2026, Flyover Pasupati Bandung Tidak Ditutup
Terkait kemungkinan masuknya kelompok bermotor dari luar daerah, ia menegaskan tidak ada kebijakan penyekatan wilayah maupun pembatasan akses masuk ke Kota Bandung. “Kami tidak melakukan pelarangan atau penyekatan. Fokus kami adalah pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, kepolisian mengimbau warga untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api karena dinilai berisiko membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.
Polrestabes Bandung juga mengajak masyarakat merayakan pergantian tahun di lingkungan masing-masing, seperti di tingkat RT dan RW, guna mengurangi kepadatan di pusat kota. “Selain lebih aman, faktor cuaca hujan juga perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak memaksakan diri berkumpul di pusat kota,” pungkas Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara