JAWA BARAT - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menekankan pentingnya peran Komisi Daerah (Komda) Lansia untuk menghadirkan program-program konkret yang benar-benar berdampak bagi para warga lanjut usia (lansia). Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Komda Lansia Kota Bandung yang digelar di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, pada Jumat, 25 Juli 2025.
Dalam arahannya, Erwin mengingatkan agar Komda Lansia tidak terjebak pada kegiatan seremonial semata. Ia mendorong agar lembaga ini mampu menghadirkan inisiatif yang terasa langsung manfaatnya bagi lansia.
“Komda Lansia harus hadir dengan semangat nyata. Tidak cukup hanya menjadi forum formalitas, tapi harus memberikan kontribusi yang nyata bagi kesejahteraan para lansia,” ujarnya.
Menurut Erwin, lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang layak mendapat perhatian khusus. Ia menggarisbawahi bahwa memperhatikan lansia juga berarti menyiapkan masa depan bagi setiap individu.
Baca juga: Harga Pangan Nasional: Bapanas Catat Perubahan Tipis pada Sejumlah Komoditas
“Saya ingin program Komda memfokuskan pada dua aspek utama: kebahagiaan dan husnul khatimah. Lansia harus menjalani hari tua dengan penuh keceriaan dan ketenangan batin,” kata Erwin.
Sebagai bentuk implementasi, ia mengusulkan agar Komda merancang kegiatan yang memperkuat dimensi spiritual dan sosial lansia, seperti pengajian, pesantren lansia, kegiatan kesenian, dan rekreasi yang menyehatkan fisik maupun jiwa. Ia juga membagikan pengalamannya meresmikan dua pesantren lansia yang mendapat sambutan hangat karena mampu menghadirkan ruang ibadah dan pembelajaran agama bagi lansia.
Dalam forum tersebut, Erwin turut menyoroti kondisi sosial yang masih dialami sejumlah lansia di Kota Bandung, seperti hidup dalam keterbatasan, ditinggalkan keluarga, bahkan sampai harus meminta-minta.
“Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Kita harus mencari solusi bersama, termasuk menyediakan tempat khusus atau skema bantuan rutin yang bisa diakses oleh para lansia,” jelasnya.
Terkait penganggaran, Erwin meminta agar setiap program untuk lansia dirancang berdasarkan kebutuhan yang riil, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Ia menekankan pentingnya usulan program dari perangkat daerah yang benar-benar berdampak langsung dan terukur.
Baca juga: PTDI Tampilkan Kekuatan Industri Dirgantara Nasional di IDEF 2025 Istanbul
“Jangan sampai program ini hanya ada di atas kertas. Harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara birokrasi, tapi juga secara moral. Saya sendiri menjalani tugas ini sebagai bentuk ibadah, karena itu setiap amanah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan tugas Komda Lansia, seperti DPPKB, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial (Dinsos), serta Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung.
Sebagai tindak lanjut, Komda Lansia dijadwalkan akan menggelar rapat lanjutan guna merumuskan program-program yang lebih terstruktur dan menyentuh kebutuhan nyata lansia di Kota Bandung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara