Bekas Galian IPT di 16 Ruas Jalan Bandung Dirapikan Lebih Cepat Jelang Arus Mudik
JAWA BARAT - Cuaca hujan tidak menghentikan upaya percepatan perapian bekas galian proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di Kota Bandung. Di kawasan Jalan Banceuy, para pekerja tetap melanjutkan proses penutupan serta pemadatan permukaan jalan meski hujan mengguyur lokasi pekerjaan.
Sejak pagi hari, tahapan perapian dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengembalian material galian hingga proses pemadatan badan jalan. Meski demikian, curah hujan membuat ritme pekerjaan di sejumlah titik berjalan sedikit lebih lambat.
Perapian bekas galian tidak hanya dilakukan di Jalan Banceuy. Percepatan pekerjaan juga berlangsung di 15 ruas jalan lain, yakni Jalan Wastukencana, Dr. Rum, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Gatot Subroto, Bahureksa, ABC, Siliwangi, Sudirman, Dr. Cipto, Patrakomala, Trunojoyo, Seram, dan Otista. Seluruh ruas tersebut masuk dalam daftar prioritas penyelesaian menjelang Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Respon Keluhan Warga, Muhammad Farhan Batasi Pekerjaan Galian IPT
PT Bandung Infra Investastama (BII) selaku pihak yang mendapat penugasan terus mendorong percepatan pengerjaan agar seluruh titik dapat segera diselesaikan. Upaya ini dilakukan guna mengurangi potensi gangguan lalu lintas saat mobilitas masyarakat meningkat pada periode mudik dan libur Lebaran.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memutuskan untuk membatasi sementara aktivitas pembangunan proyek IPT hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah adanya sejumlah keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan bekas galian.
Farhan menegaskan, pembatasan tersebut disertai kewajiban merapikan seluruh titik yang telah digali. Ia menekankan tidak boleh ada lubang terbuka maupun permukaan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Baca juga: Pemprov Jabar Buka Posko Pengaduan THR Lebaran 2026 bagi Pekerja
“Seluruh titik yang sudah digali harus dirapikan terlebih dahulu. Menjelang Idulfitri, kondisi jalan harus aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung menargetkan penyelesaian seluruh titik prioritas sebelum puncak arus Lebaran. Dengan percepatan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi jalan tidak menghambat aktivitas warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung