Hujan Deras dan Kondisi Bangunan Tua Picu Ambruknya Atap SMKN 11 Garut
JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut memastikan ambruknya atap sejumlah ruang kelas di SMK Negeri 11 Garut, Kecamatan Cisewu, dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir serta faktor usia bangunan yang sudah menurun kualitas strukturnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menjelaskan bahwa hasil penilaian awal di lapangan menunjukkan intensitas hujan yang tinggi memperbesar tekanan pada bangunan sekolah yang secara fisik tidak lagi optimal.
“Dari asesmen sementara, kombinasi hujan lebat dan kondisi konstruksi bangunan yang sudah tua diduga menjadi penyebab utama runtuhnya atap ruang kelas,” ujarnya di Garut, Sabtu.
Menurut dia, wilayah Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir memang dilanda curah hujan tinggi yang berpotensi memicu berbagai kejadian bencana, termasuk kerusakan bangunan.
Baca juga: Kemenimipas Resmikan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI di Garut
Peristiwa ambruknya atap tersebut terjadi pada Kamis (29/1) di SMKN 11 Garut yang berlokasi di Kampung Cisaninten, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu. Meski demikian, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
“Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun, tiga ruang kelas tidak bisa lagi digunakan sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terdampak,” katanya.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran bagi sekitar 110 siswa dialihkan dengan menggabungkan mereka ke ruang kelas lain yang masih aman digunakan di lingkungan sekolah.
BPBD juga telah memasang garis pengaman di area bangunan yang rusak guna mencegah warga maupun siswa mendekat, mengingat kondisi struktur yang dinilai berisiko.
Baca juga: Jembatan Gantung Mandala Kasih Kembali Buka Akses Warga Dua Kampung di Garut
Lebih lanjut, Aah menyampaikan bahwa hasil asesmen yang telah dilakukan akan dijadikan dasar rekomendasi bagi pihak terkait dalam mengajukan permohonan perbaikan atau rehabilitasi ruang kelas SMKN 11 Garut.
“Hasil penilaian ini akan kami jadikan bahan rekomendasi untuk mendukung pengajuan perbaikan atau rehabilitasi bangunan yang terdampak,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara