BPBD Cianjur Bangun Jembatan Darurat di Pagelaran untuk Atasi Warga Terisolir (Antara Foto)
JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama petugas gabungan bergerak cepat membangun jembatan darurat untuk menghubungkan dua desa di Kecamatan Pagelaran yang sempat terisolir akibat jembatan utama terputus.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur guna memastikan akses warga dapat segera pulih.
“Jembatan tersebut menjadi akses utama ribuan warga di Desa Pangadegan dan Desa Situhiang. Saat ini jalur alternatif masih dalam proses pengecoran, sehingga belum bisa digunakan,” ujar Iwan di Cianjur, Selasa (29/10).
Ia menjelaskan, jembatan penghubung sepanjang 12 meter dengan lebar empat meter itu ambruk setelah pondasinya tergerus derasnya arus sungai akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dua hari lalu.
Baca juga: Polres Cianjur Amankan Ratusan Botol Miras dan Lima Penjual Berkedok Depot Jamu
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama dinas terkait dan aparat kecamatan kini membangun jembatan sementara agar warga dapat kembali beraktivitas. Pembangunan ini dilakukan sembari menunggu perbaikan permanen agar jalur dapat kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Tim sudah kami terjunkan untuk memantau langsung kondisi di lapangan, termasuk memeriksa stabilitas tanah di sekitar permukiman warga. Saat ini kami masih menunggu hasil pendataan lengkap dari petugas,” tambahnya.
Iwan juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, terutama daerah dengan potensi longsor, pergeseran tanah, dan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem melanda.
“Sebagian besar wilayah Cianjur, termasuk Kecamatan Pagelaran, masuk dalam zona merah rawan bencana. Kondisi tanah yang labil dapat memicu longsor ketika hujan deras turun lebih dari dua jam,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Cianjur Buka Kegiatan Tadabur Alam di Kecamatan Cibeber
Sementara itu, Camat Pagelaran Jatnika Yusup menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUTR dan BPBD untuk mempercepat penanganan.
“Meski ada jalur alternatif, saat ini belum bisa dilalui karena baru saja dilakukan pengecoran. Kami berharap jembatan darurat segera rampung agar aktivitas warga di dua desa tidak terhenti,” kata Jatnika.
Menurutnya, perbaikan total jembatan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Karena itu, pembangunan jembatan darurat menjadi solusi sementara agar warga tidak terisolir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara