Rabu, 17 JUNI 2026 • 12:43 WIB

WIITEX 2026 Resmi Berakhir, Jawa Barat Catat Transaksi Rp25 Miliar

Author

WIITEX 2026 Resmi Berakhir, Jawa Barat Catat Transaksi Rp25 Miliar

JAWA BARAT - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara resmi menutup penyelenggaraan West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 yang berlangsung di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung, Minggu (14/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Erwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan pameran, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, para mitra, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam menyukseskan agenda tersebut.

Menurutnya, WIITEX memiliki peran lebih dari sekadar pameran produk. Kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan potensi unggulan daerah dengan peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Mengangkat tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future”, WIITEX 2026 dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Jawa Barat yang menitikberatkan pada kualitas, keberlanjutan, dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan.

“Perdagangan masa depan tidak hanya berbicara tentang volume, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah dari komoditas yang dimiliki,” ujar Erwan.

Baca juga: Peserta dari 13 Negara Meriahkan Garut International Kite Festival 2026

Ia menegaskan bahwa kopi, teh, dan kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangannya perlu terus diperkuat melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.

Erwan juga memberikan apresiasi terhadap berbagai agenda yang digelar selama WIITEX 2026, mulai dari workshop pengolahan kakao bean-to-bar, lelang komoditas unggulan, hingga diskusi mengenai perdagangan berkelanjutan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa WIITEX tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga mendorong edukasi, penguatan jejaring, dan peningkatan daya saing perdagangan di masa mendatang.

Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang, Erwan menilai Jawa Barat perlu terus memperkuat posisinya sebagai daerah yang tangguh, adaptif, dan inovatif. Ia menyebut pameran seperti WIITEX menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Erwan turut mendorong pengembangan komoditas kakao di Jawa Barat guna mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku impor yang masih digunakan oleh sejumlah pelaku usaha pengolahan cokelat.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi lahan yang cukup besar untuk pengembangan kakao. Pemanfaatan lahan potensial, termasuk lahan Perhutani maupun lahan masyarakat yang belum produktif, dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi bahan baku dalam negeri.

Baca juga: Jabar Raup Rp101,8 Miliar dari 19 Event Selama Mei 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, melaporkan bahwa WIITEX 2026 berhasil membukukan nilai transaksi sebesar Rp25,09 miliar atau setara 1,4 juta dolar Amerika Serikat selama tiga hari penyelenggaraan.

Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas perdagangan yang berlangsung selama pameran, termasuk transaksi ekspor, business matching, dan lelang komoditas unggulan.

Nining menjelaskan, salah satu komoditas yang mendapat perhatian besar dalam lelang adalah teh premium asal Jawa Barat. Produk tersebut memperoleh respons positif karena kualitasnya yang tinggi serta potensinya sebagai bahan baku berbagai produk hilir bernilai tambah.

Ia juga mengungkapkan bahwa minat pasar internasional terhadap komoditas unggulan Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan. Jika pada awal kegiatan tercatat perwakilan dari 11 negara mengikuti agenda business matching, jumlah tersebut bertambah menjadi 14 negara selama pelaksanaan WIITEX.

Selain itu, sekitar 80 peserta yang terdiri atas pembeli dan penjual turut berpartisipasi melalui skema hybrid, baik secara daring maupun luring.

Menurut Nining, WIITEX terbukti menjadi sarana yang efektif dalam mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, penjual, dan eksportir dari berbagai negara. Komoditas yang ditawarkan telah melalui proses kurasi dari sisi kualitas maupun kuantitas sehingga mampu meningkatkan kepercayaan calon mitra bisnis untuk menjalin kerja sama.

Baca juga: Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan

Ia optimistis penyelenggaraan WIITEX akan semakin memperluas akses pasar produk unggulan Jawa Barat sekaligus mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar mutu, aspek keberlanjutan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar global yang semakin memperhatikan isu kesehatan dan keberlanjutan.

Dengan berakhirnya WIITEX 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap berbagai peluang kerja sama, jaringan bisnis, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha yang telah terbangun selama kegiatan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan industri, perdagangan, serta perekonomian Jawa Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jabarprov.go.id

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU