JAWA BARAT - Kabupaten Garut bersiap menjadi tuan rumah perhelatan layang-layang berskala internasional. Sebanyak 13 negara, termasuk Indonesia, dipastikan ambil bagian dalam Garut International Kite Festival yang akan digelar di kawasan Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan hingga Senin (15/6), peserta dari 13 negara telah terdaftar untuk mengikuti festival tersebut.
"Yang sudah terdaftar sebanyak 13 negara," ujar Beni di Garut, Selasa.
Selain peserta mancanegara, festival ini juga akan diikuti komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah peserta domestik tercatat berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Selatan.
Adapun negara-negara yang telah memastikan keikutsertaannya selain Indonesia yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, China, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia.
Baca juga: Jabar Raup Rp101,8 Miliar dari 19 Event Selama Mei 2026
Menurut Beni, Pemerintah Kabupaten Garut menyambut baik penyelenggaraan agenda internasional tersebut karena diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah.
Ia menilai terpilihnya Garut sebagai lokasi pelaksanaan festival menjadi daya tarik tersendiri bagi para pegiat layang-layang dari berbagai negara.
Selama ini, kata dia, festival layang-layang internasional umumnya digelar di kawasan pantai. Namun, penyelenggaraan di Garut menawarkan pengalaman berbeda karena berlangsung di wilayah pegunungan dengan panorama khas kaki Gunung Papandayan.
Untuk mendukung kelancaran acara, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur, terutama penyelesaian perbaikan akses jalan menuju lokasi kegiatan.
Baca juga: Tradisi Seren Taun 1957 Saka Kembali Menghidupkan Nilai Syukur dan Persaudaraan
"Kami masih menunggu penyelesaian infrastruktur jalan," kata Beni.
Garut International Kite Festival dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Agrowisata Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, yang berada di kawasan kaki Gunung Papandayan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara