Rabu, 03 JUNI 2026 • 15:51 WIB

Akulturasa Hadir di ITB, Tampilkan Inovasi Fermentasi Pangan Berbasis Riset

Author

Akulturasa Hadir di ITB, Tampilkan Inovasi Fermentasi Pangan Berbasis Riset (Antara Foto)

JAWA BARAT - Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan BTN akan menyelenggarakan festival pangan bertajuk Akulturasa, sebuah ajang yang menampilkan transformasi kuliner fermentasi tradisional menjadi hidangan berkonsep fine dining melalui pemanfaatan teknologi fermentasi hasil pengembangan kampus tersebut.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Andryanto Rikrik Kusmara, mengatakan festival ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner, tetapi juga menjadi wadah untuk memperlihatkan hasil hilirisasi riset pangan yang melibatkan empat fakultas lintas disiplin di ITB. Melalui kegiatan ini, sains, teknologi, seni, dan budaya dipadukan dalam satu ruang kolaborasi.

Menurut Andryanto, ITB ingin menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran penting dalam mendukung inovasi pengolahan pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan hasil penelitian yang lahir dari kampus perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam aspek ekonomi.

Salah satu agenda utama dalam Akulturasa adalah Fermen Station, sebuah jamuan makan malam eksklusif yang akan digelar pada 19 Juni mendatang. Dalam sesi fine dining yang terdiri dari delapan tahapan hidangan tersebut, para tamu akan menikmati berbagai produk pangan fermentasi, seperti tape dan jahe fermentasi, yang telah melalui proses kurasi khusus. Setiap sajian juga akan disertai penjelasan mengenai teknologi yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Baca juga: Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib Bandung Usai BRI Super League 2025/2026

Andryanto menjelaskan bahwa kegiatan makan malam tersebut diperuntukkan bagi kalangan terbatas sebagai forum diskusi strategis bersama mitra perbankan dan pemerintah. Meski demikian, masyarakat umum tetap dapat mengikuti rangkaian festival utama serta menikmati sesi pencicipan makanan secara gratis yang akan berlangsung di area lapangan depan Aula Kampus Ganesha.

Ia menambahkan, penyelenggaraan festival ini mengedepankan semangat kolaborasi dengan sektor perbankan dan pemerintah daerah guna mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis kuliner. UMKM juga diajak memanfaatkan teknologi fermentasi yang dikembangkan ITB untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk mereka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, penerapan teknologi fermentasi modern menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal sehingga tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku.

Ia menilai inovasi teknologi dapat memperluas peluang pengembangan gastronomi daerah sekaligus membantu pelaku UMKM bertransformasi menuju sektor industri yang lebih kompetitif. Sebagai contoh, komoditas seperti ubi Cilembu dinilai memiliki potensi pengembangan produk yang lebih beragam melalui pendekatan teknologi pangan.

Baca juga: Bupati dan Kapolres Purwakarta Panen Raya Jagung di Campaka, Dorong Swasembada Pangan dengan Teknologi Pertanian Modern

Selain itu, Disparbud Jawa Barat melihat festival Akulturasa berpotensi menjadi daya tarik wisata kuliner berbasis storytelling. Perpaduan antara narasi ilmiah dan kekayaan budaya dinilai mampu memperkuat upaya pelestarian kuliner lokal, terutama setelah Jawa Barat mencatatkan sekitar 200 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada 2025.

Ke depan, ITB bersama Disparbud Jawa Barat berencana mengembangkan festival pangan berbasis riset ini dalam skala yang lebih besar. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan Akulturasa sebagai agenda tahunan yang memperkuat citra Jawa Barat sebagai pusat inovasi sekaligus destinasi wisata berbasis ilmu pengetahuan dan budaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU