Kamis, 30 APRIL 2026 • 17:16 WIB

Pentahelix Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Jabar

Author

Pentahelix Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Jabar

JAWA BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi guna membahas program inovasi dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di kantor Disparbud Jabar pada Rabu (29/4) itu dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, didampingi Kepala Bidang Industri Pariwisata, Rispiaga.

Rapat tersebut menitikberatkan pada penguatan kolaborasi pentahelix sebagai fondasi utama dalam penerapan pariwisata ramah muslim. Pendekatan ini melibatkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media guna membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Iendra menegaskan bahwa konsep pariwisata ramah muslim tidak dimaksudkan untuk mengubah karakter destinasi, melainkan menambah layanan yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, terutama dari sisi amenitas.

Baca juga: Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Jalan Ahmad Yani

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aktif dari berbagai pihak.

Secara potensi, Jawa Barat dinilai memiliki modal kuat dalam pengembangan sektor ini. Dengan mayoritas penduduk beragama Islam mencapai sekitar 97 persen, serta dukungan lebih dari 1,25 juta produk bersertifikat halal berdasarkan data BPJH tahun 2025, ekosistem pariwisata ramah muslim di daerah ini dinilai semakin berkembang. Selain itu, terdapat ratusan restoran bersertifikat halal dan puluhan hotel premium dengan fasilitas dapur halal.

Kunjungan wisatawan Muslim mancanegara ke Jawa Barat juga tercatat cukup signifikan, dengan jumlah lebih dari 300 ribu kunjungan sepanjang 2024.

Capaian tersebut diperkuat dengan posisi Jawa Barat yang menempati peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Pengakuan ini menjadi indikator keberhasilan daerah dalam menghadirkan layanan pariwisata ramah muslim berstandar global.

Baca juga: Pemkot Bandung Usulkan Jalan Asia-Afrika Jadi Warisan Dunia UNESCO

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana kembali menggelar ajang Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026. Program ini diharapkan dapat mendorong penerapan pariwisata ramah muslim secara merata di 27 kabupaten/kota sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Melalui penguatan sinergi tersebut, Jawa Barat ditargetkan mampu mempercepat pengembangan pariwisata ramah muslim yang terintegrasi dan berkelanjutan, serta memperkokoh posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di tingkat nasional maupun global.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU