Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 14:59 WIB

Penetapan Puasa 2026 Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Libatkan 37 Titik Rukyah

Author

Penetapan Puasa 2026 Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Libatkan 37 Titik Rukyah (Antara Foto)

JAWA BARAT - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang akan melibatkan berbagai unsur, antara lain perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, para ahli falak, DPR, Mahkamah Agung, serta perwakilan kedutaan besar negara-negara sahabat dari dunia Islam.

Menurutnya, Sidang Isbat dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama berupa pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Selanjutnya dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal yang berasal dari 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Tahap terakhir adalah musyawarah dan penetapan keputusan yang kemudian diumumkan kepada masyarakat.

Baca juga: Ini Dia : Masjid di Jawa Barat Yang Cocok Banget Untuk Itikaf Pada Bulan Ramadhan

Abu Rokhmad menegaskan, dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, Kemenag menggunakan pendekatan terpadu antara metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyah (pengamatan langsung). Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi Sidang Isbat sebagai acuan bersama, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa Kemenag akan menurunkan tim ahli ke sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi terbaik untuk pengamatan hilal. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Selain itu, pada tahun ini Kemenag juga tengah menyiapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai landasan hukum pelaksanaan Sidang Isbat. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik terkait dasar pelaksanaannya.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid dengan mengacu pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Baca juga: Memahami Itikaf: Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Pelaksanaannya

Secara astronomis, ijtimak menjelang Ramadhan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari yang sama, kriteria visibilitas hilal berdasarkan Parameter Kalender Global (PKG) 1 yang mensyaratkan tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum tengah malam UTC belum terpenuhi di wilayah mana pun di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU