Rabu, 14 JANUARI 2026 • 14:59 WIB

Isra Miraj: Peristiwa Agung, Sejarah Singkat, dan Hikmah bagi Kehidupan Umat Islam

Author

Isra Miraj: Peristiwa Agung, Sejarah Singkat, dan Hikmah bagi Kehidupan Umat Islam (Canva)

JAWA BARAT - Memahami Isra Miraj: Makna Peristiwa, Latar Sejarah, dan Hikmah yang Terus Relevan

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wassalaam. Peristiwa ini menuturkan perjalanan Rasulullah dalam satu malam untuk menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Isra Miraj terbagi ke dalam dua rangkaian utama, yakni Isra—perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem—serta Miraj, yakni perjalanan spiritual Rasulullah menuju langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Kisah agung ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surah Al-Isra ayat 1, yang menjelaskan bagaimana Allah SWT memperjalankan hamba-Nya untuk diperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya. Ayat tersebut menegaskan bahwa Isra Miraj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang sarat makna dan menjadi fondasi penting dalam ajaran Islam.

Latar Sejarah Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj terjadi sekitar tahun ke-10 masa kenabian. Saat itu, Rasulullah SAW tengah menghadapi masa yang sangat berat dalam hidupnya. Wafatnya Khadijah RA, istri yang setia mendampingi perjuangan dakwah, serta Abu Thalib, paman yang selama ini memberikan perlindungan, menjadikan periode tersebut dikenal sebagai Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan.

Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW ditemani Malaikat Jibril menaiki Buraq, kendaraan yang digambarkan sangat cepat. Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melaksanakan salat dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu. Peristiwa ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi.

Selanjutnya, dalam peristiwa Miraj, Rasulullah SAW melakukan perjalanan menembus lapisan langit hingga langit ketujuh. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu dengan para nabi, di antaranya Nabi Adam, Nabi Isa, dan Nabi Musa, hingga akhirnya mencapai Sidratul Muntaha. Pada momen inilah, umat Islam menerima perintah untuk menunaikan salat lima waktu.

Makna dan Hikmah Isra Miraj

Isra Miraj mengandung pesan mendalam yang relevan bagi kehidupan umat Islam sepanjang masa.

Meneguhkan Keimanan

Peristiwa Isra Miraj menjadi ujian keimanan, khususnya ketika Rasulullah SAW menyampaikan kisah tersebut kepada umatnya. Tidak sedikit yang meragukan, namun sahabat dengan iman yang kokoh, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, menerima peristiwa tersebut dengan penuh keyakinan. Isra Miraj mengajarkan pentingnya iman kepada hal-hal gaib serta kepercayaan penuh terhadap kebesaran dan kehendak Allah SWT yang melampaui nalar manusia.

Makna Salat sebagai Inti Ibadah

Salat memiliki kedudukan istimewa karena diperintahkan secara langsung dalam peristiwa Isra Miraj. Hal ini menegaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi sarana utama membangun hubungan antara hamba dan Penciptanya.
Salat mengajarkan kedisiplinan waktu, keseimbangan antara jasmani dan rohani melalui setiap gerakannya, serta menjadi ruang komunikasi langsung antara manusia dan Allah SWT. Dengan demikian, salat seharusnya dipahami sebagai kebutuhan spiritual yang menguatkan kehidupan sehari-hari.

Penguatan Spiritual di Tengah Ujian

Isra Miraj juga menjadi bentuk penghiburan dan penguatan bagi Rasulullah SAW yang saat itu berada dalam tekanan berat. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kekuatan spiritual mampu menjadi sandaran utama ketika manusia menghadapi kesulitan hidup. Dari Isra Miraj, umat Islam diajak untuk meyakini bahwa setiap ujian selalu disertai pertolongan Allah SWT, serta pentingnya menjadikan ibadah sebagai sumber ketenangan dan motivasi.

Relevansi Isra Miraj di Era Modern

Nilai-nilai yang terkandung dalam Isra Miraj tetap kontekstual di tengah dinamika kehidupan modern.

Keteguhan dalam memegang prinsip agama menjadi pesan utama di tengah derasnya arus globalisasi. Selain itu, perintah salat lima waktu mengajarkan manajemen waktu yang baik dan konsisten, sementara wudhu menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan, baik lahir maupun batin.

Di tengah kesibukan dan tekanan hidup modern, salat menjadi momen refleksi yang menjaga keterhubungan spiritual dengan Allah SWT. Nilai kesabaran, keikhlasan, serta keyakinan terhadap pertolongan Allah juga menjadi landasan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Peristiwa Isra Miraj dan Pesan Spiritual bagi Kehidupan Muslim

Pelajaran Penting dari Isra Miraj

Isra Miraj bukan hanya catatan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW, melainkan sumber pelajaran berharga bagi umat Islam. Peristiwa ini menegaskan pentingnya iman, kekuatan spiritual, serta peran salat sebagai penghubung utama antara manusia dan Allah SWT.

Lebih jauh, Isra Miraj mengajarkan bahwa di balik setiap kesulitan selalu tersimpan hikmah dan pertolongan dari Allah. Pesan ini tetap relevan bagi siapa pun yang ingin menjalani kehidupan secara seimbang menggabungkan nilai spiritual, kedisiplinan, kebersihan, dan keikhlasan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bankmuamalat.co.id

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU