Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 07 JANUARI 2026 • 14:58 WIB

Mengenal Kopi Godog, Warisan Budaya Tak Benda dari Tanah Pasundan

Mengenal Kopi Godog, Warisan Budaya Tak Benda dari Tanah PasundanMengenal Kopi Godog, Warisan Budaya Tak Benda dari Tanah Pasundan

JAWA BARAT - Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah Priangan seperti Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis, Kopi Godog bukanlah sekadar minuman. Sajian tradisional ini telah lama menjadi bagian dari keseharian, terutama saat berkumpul bersama keluarga, kerabat, maupun rekan kerja. Aroma khas dan cita rasanya yang kuat menjadikan Kopi Godog tetap digemari lintas generasi.

Berbeda dengan teknik penyeduhan kopi modern yang mengedepankan ketepatan alat dan takaran, Kopi Godog disiapkan dengan metode sederhana dan tradisional. Bubuk kopi direbus langsung bersama air dalam satu wadah, tanpa proses penyaringan khusus. Cara ini menjadi ciri pembeda utama Kopi Godog dibandingkan varian kopi lainnya.

Istilah “godog” sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti “direbus”. Metode tersebut dipercaya mencerminkan pola hidup masyarakat pedesaan Jawa Barat yang menjunjung kesederhanaan serta kedekatan dengan alam. Proses pembuatannya pun tidak rumit, di mana kopi direbus hingga menyatu dengan gula aren, menghasilkan perpaduan rasa pahit dan manis yang alami.

Baca juga: Rampung Dibangun, Jembatan Sodongkopo Resmi Dibuka untuk Uji Coba Sejak Awal 2026

Teknik perebusan ini melahirkan karakter rasa yang pekat dan legit. Ampas kopi dibiarkan mengendap di dasar cangkir, menandakan bahwa Kopi Godog dinikmati secara perlahan. Dalam tradisi Sunda, minuman ini kerap disajikan saat beristirahat setelah bekerja di kebun, menemani percakapan di saung, atau menjadi penghangat tubuh di malam hari.

Lebih dari sekadar minuman, Kopi Godog juga merefleksikan nilai kebersamaan. Biasanya diseduh dalam satu panci untuk diminum bersama, Kopi Godog menjadi medium berbagi cerita sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Bagi para pelancong, mencicipi Kopi Godog tidak hanya soal menikmati rasa kopi tradisional, tetapi juga memahami cara hidup masyarakat Sunda. Kesederhanaan proses dan suasana penyajiannya memperlihatkan keterkaitan erat antara tradisi, alam, dan kehidupan sosial.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Jawa Barat Suguhkan Sejumlah Event di Berbagai Wilayah

Saat ini, Kopi Godog telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Penetapan tersebut semakin mengukuhkan Kopi Godog sebagai salah satu ikon kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Pasundan.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Kopi Godog, Warisan Budaya Tak Benda dari Tanah Pasundan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!