Peristiwa Isra Miraj dan Pesan Spiritual bagi Kehidupan Muslim
JAWA BARAT - Setiap datangnya bulan Rajab, umat Islam mengenang peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Momentum ini memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha di lapisan langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.
Peristiwa tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sarat dengan pelajaran mendalam yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Sebagaimana dirangkum dari NU Online, terdapat sejumlah hikmah penting yang dapat dipetik dari peristiwa Isra Miraj.
Dalam peristiwa Isra Miraj, Allah SWT memperlihatkan berbagai keajaiban kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menyaksikan Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dengan enam ratus sayap yang menutupi cakrawala langit, serta diperlihatkan gambaran surga, neraka, dan tanda-tanda kebesaran Allah lainnya. Hal ini mengajarkan umat Islam untuk semakin meyakini kekuasaan Allah SWT.
Sebelum menjalani Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu disucikan hatinya. Dalam riwayat disebutkan bahwa dada beliau dibelah dan hatinya dibersihkan menggunakan air zam-zam, lalu dipenuhi dengan iman dan hikmah. Peristiwa ini menegaskan bahwa kebersihan lahir dan batin merupakan syarat penting dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Isra Miraj menjadi tonggak disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung oleh Allah SWT, tanpa perantara Malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan bahwa shalat memiliki posisi yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam Surah Al-Isra ayat pertama, Allah SWT menyebut Nabi Muhammad SAW dengan istilah ‘abdun’ atau hamba. Penyebutan ini mengandung makna bahwa derajat tertinggi seorang manusia di sisi Allah SWT adalah ketika ia benar-benar menjadi hamba yang taat dan bertakwa.
Isra Miraj juga menjadi bentuk penguatan bagi Nabi Muhammad SAW di tengah beratnya ujian dakwah. Sebelumnya, beliau kehilangan orang-orang terdekat yang menjadi pendukung utama, sementara tekanan dari kaum Quraisy semakin keras. Peristiwa Isra Miraj hadir sebagai penghiburan sekaligus pembekalan spiritual agar Nabi tetap teguh dalam menyampaikan risalah Islam.
Setelah peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan apa yang dialaminya kepada masyarakat Makkah. Meski banyak yang meragukan dan menolak, beliau tetap menyampaikan kebenaran tersebut. Ini menjadi teladan bahwa kebenaran harus disampaikan meskipun tidak selalu diterima dengan mudah.
Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menjadi imam shalat bagi para nabi terdahulu. Peristiwa ini menjadi isyarat bahwa risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan penyempurna sekaligus penghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.
Masjidil Aqsa menjadi bagian penting dalam perjalanan Isra Miraj. Masjid ini memiliki kedudukan mulia dalam Islam, pernah menjadi kiblat shalat umat Muslim, serta memiliki keutamaan pahala shalat yang berlipat dibandingkan masjid biasa.
Saat Miraj, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara susu dan khamr. Beliau memilih susu, yang kemudian ditegaskan oleh Malaikat Jibril sebagai simbol kesucian. Peristiwa ini menjadi penegasan bahwa Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah manusia.
Sebelum Miraj, Nabi Muhammad SAW mengetahui perkara gaib melalui wahyu, yang disebut sebagai ‘ilmul yaqin. Namun dalam peristiwa Miraj, beliau menyaksikan langsung berbagai hal gaib tersebut, mencapai tingkat ‘ainul yaqin, sehingga keyakinan beliau semakin mantap dan kokoh.
Baca juga: Fenomena Swarming dan Sejarah Bandung sebagai Pusat Mobilitas
Peristiwa Isra Miraj tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Islam, tetapi juga sumber teladan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami hikmahnya, umat Islam diharapkan mampu memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, dan meneladani keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAZNAS