Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 14:20 WIB

Dua Rafflesia Arnoldii Mekar Bersamaan di Desa Selamat Sudiarjo, Rejang Lebong

Author

Dua Rafflesia Arnoldii Mekar Bersamaan di Desa Selamat Sudiarjo, Rejang Lebong (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dua bunga Rafflesia arnoldii kembali mekar sempurna di kawasan Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, sejak Sabtu (22/11). Kejadian ini turut disertai kemunculan satu knop aktif yang diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu mendatang.

Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka (KPPL) Rejang Lebong, Tedi Riski, saat dihubungi pada Minggu, menjelaskan bahwa mekarnya dua individu Rafflesia tersebut menunjukkan kondisi habitat yang masih terjaga dan produktif.

“Dua bunganya sudah mekar penuh, sementara satu lainnya masih berupa knop aktif. Ini menandakan habitat Rafflesia di Desa Selamat Sudiarjo dalam keadaan sehat,” kata Tedi.

Akses menuju lokasi bunga masih dapat dicapai wisatawan meski medan tergolong menantang. Dari pusat Kota Curup, jaraknya sekitar 25 kilometer dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Morning Surge: Ancaman Diam-Diam bagi Penderita Hipertensi di Indonesia

“Dari Desa Selamat Sudiarjo, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer menggunakan sepeda motor. Setelah itu, dibutuhkan sekitar 20 menit berjalan kaki menuju titik mekarnya,” ujarnya.

Tedi mengingatkan agar pengunjung berhati-hati saat berada di lokasi, karena bunga tumbuh di area lembah curam dengan tingkat kemiringan hampir 60 derajat dan kondisi tanah yang licin.

“Di sekitar bunga terdapat banyak knop muda yang rentan terinjak. Dalam beberapa tahun terakhir, area ini memang sering menjadi lokasi mekarnya Rafflesia, sehingga pengunjung harus turut menjaga kelestariannya,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Bermani Ulu, Saikul Latief, menyebut bahwa keberadaan bunga langka ini telah diketahui sejak 2019. Di desa tersebut terdapat sedikitnya tujuh titik habitat aktif dari sembilan lokasi awal yang pernah tercatat.

Baca juga: Dampak Rahim Lepas pada Kesehatan Perempuan, Dokter Spesialis Beri Penjelasan

“Hampir setiap bulan ada yang mekar. Dari sembilan lokasi, kini tinggal tujuh yang masih aktif, sementara dua lainnya hilang akibat kerusakan inang tempat tumbuhnya,” jelas Saikul.

Ia menilai bahwa jika dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah, kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata alam yang menarik. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya wisatawan asing yang sudah datang untuk menyaksikan langsung proses mekarnya bunga raksasa tersebut.

“Beberapa waktu lalu, pengunjung dari Oxford University Inggris datang ke sini. Ada juga wisatawan dari Rusia, India, China, Filipina, dan negara lainnya. Sayang sekali apabila potensi ini tidak dikembangkan oleh pemerintah daerah maupun dinas terkait,” tegas Saikul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU