Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 16:45 WIB

Dampak Rahim Lepas pada Kesehatan Perempuan, Dokter Spesialis Beri Penjelasan

Author

Dampak Rahim Lepas pada Kesehatan Perempuan, Dokter Spesialis Beri Penjelasan

JAWA BARAT - Dokter spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia, dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC, menguraikan sejumlah konsekuensi medis yang dapat terjadi pada perempuan ketika rahim terlepas dari posisinya.

“Pasien tidak lagi dapat hamil. Kalau pun dilakukan penyambungan kembali, prosedurnya sangat kompleks. Ada risiko pembuluh darah terputus dan komplikasi lainnya,” ujar Nisa saat ditemui dalam acara temu media di Jakarta, Selasa.

Menanggapi kasus yang tengah menjadi sorotan publik, ia menjelaskan bahwa tanpa rahim, proses kehamilan tidak mungkin terjadi karena tidak ada tempat terjadinya implantasi embrio. Pembuahan memang berawal di tuba falopi, namun embrio seharusnya berpindah ke rahim untuk berkembang lebih lanjut.

“Ketika sel telur dan sperma bertemu, terbentuklah embrio. Embrio itu akan bergerak ke rahim. Kalau rahimnya tidak ada, ia hendak menuju ke mana?” jelasnya.

Baca juga: Satgas Baladhika DP KORPRI Kuningan Gelar Bakti Sosial di Dusun Palutungan

Selain hilangnya kemampuan untuk hamil, pasien juga tidak akan mengalami menstruasi seperti sebelumnya. Meski demikian, ovarium tetap menjalankan fungsi hormonal, sehingga siklus ovulasi masih berlangsung walaupun tidak diikuti keluarnya darah haid.

“Kita sebenarnya tetap berovulasi dan tubuh merespons layaknya menstruasi, hanya saja darahnya tidak keluar karena tidak ada lagi lapisan endometrium yang luruh,” tambah Konsultan Laktasi Internasional tersebut.

Nisa menjelaskan bahwa rahim pada dasarnya disokong oleh jaringan penopang dan ligamentum yang kuat. Namun, penatalaksanaan persalinan yang tidak tepat misalnya menarik plasenta secara tergesa atau prosedur yang tidak sesuai kaidah dapat memicu kejadian inversio uteri dan bahkan risiko rahim terlepas.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan empati terhadap pasien maupun dokter yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, setiap dokter kandungan selalu berharap proses persalinan berjalan aman tanpa kondisi yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Meski dunia medis sudah berkembang pesat, ia menggarisbawahi bahwa kasus-kasus baru tetap mungkin muncul dan harus dipelajari dengan seksama. Ia bersyukur pasien dalam kasus ini mendapatkan penanganan yang cepat dan kondisinya berangsur membaik.

Baca juga: BPJS Keliling Permudah Warga Rancaekek Urus Administrasi JKN

Nisa turut mengimbau masyarakat untuk memastikan ibu hamil memperoleh pendampingan dari tenaga kesehatan yang berkompeten serta rutin memeriksakan kehamilan guna meminimalkan risiko komplikasi serius.

Kasus rahim lepas yang baru-baru ini ramai diperbincangkan publik pertama kali diungkapkan melalui media sosial oleh dokter dan influencer dr. Gia Pratama. Unggahan tersebut memantik perhatian luas dan menjadi perbincangan di kalangan tenaga medis. Para ahli menilai kejadian itu penting untuk dikaji lebih lanjut agar tidak menimbulkan informasi keliru di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU