Kota Banjar Diproyeksikan Jadi Gerbang Wisata Menuju Pangandaran
JAWA BARAT - Kabupaten Pangandaran masih menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Jawa Barat. Berbagai langkah terus diupayakan untuk mengoptimalkan potensi daerah tersebut, salah satunya melalui peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan bahwa hingga saat ini sebagian besar wisatawan masih mengandalkan jalur darat menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, dibandingkan moda transportasi lain seperti pesawat atau kereta api. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk meningkatkan kemudahan akses menuju Pangandaran, dengan Kota Banjar dinilai memiliki potensi sebagai titik transit utama.
“Kami ingin Pangandaran semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Akses menjadi kunci utama, dan Kota Banjar diharapkan dapat berfungsi sebagai titik singgah wisatawan sebelum menuju Pangandaran,” ujar Iendra dalam rapat koordinasi lintas sektor yang membahas optimalisasi konektivitas Banjar–Pangandaran, Selasa (21/4/2026).
Kota Banjar Diproyeksikan Jadi Gerbang Wisata Menuju Pangandaran
Ia menambahkan, pengembangan akses tersebut membutuhkan dukungan lintas daerah. Saat ini, akses menuju Pangandaran sebenarnya telah tersedia melalui penerbangan perintis oleh Susi Air serta layanan kereta api dengan titik kedatangan di Stasiun Banjar maupun Stasiun Sidareja di Jawa Tengah. Namun demikian, pilihan wisatawan masih didominasi jalur darat sehingga peningkatan infrastruktur jalan dinilai menjadi prioritas.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kota Banjar, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, PT Kereta Api Indonesia, Dinas Perhubungan Jawa Barat, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Barat, DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Banjar.
Dari pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, termasuk mendorong integrasi moda transportasi
Baca juga: Data BPS: Kunjungan Wisatawan ke Jabar Meningkat, Banjar Perlu Dorongan
mulai dari kereta api, angkutan darat, hingga layanan shuttle guna meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan. Selain itu, pembahasan juga mencakup penyelesaian berbagai kendala operasional, seperti kerja sama antarpenyedia transportasi, penentuan titik layanan, penetapan tarif, hingga aspek perizinan.
Melalui langkah tersebut, diharapkan tercipta solusi konkret yang dapat segera diimplementasikan untuk memperkuat konektivitas serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Pangandaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disparbud Jabar