Memahami Takdir dalam Islam: Makna, Jenis, dan Hikmahnya (DesanCanva)
JAWA BARAT - Takdir merupakan salah satu pilar keyakinan dalam ajaran Islam. Umat Muslim meyakini bahwa setiap peristiwa di alam semesta berada dalam ketetapan Allah Swt. Pembahasan tentang takdir tidak hanya menyentuh aspek keimanan, tetapi juga berkaitan erat dengan ikhtiar, doa, dan sikap manusia dalam menjalani kehidupan.
Melalui pemahaman yang tepat, konsep takdir mengajak umat Islam untuk melihat bahwa setiap ketentuan Allah mengandung keadilan, kebijaksanaan, dan kasih sayang. Karena itu, pada kesempatan ini BPKH mengulas pengertian takdir menurut Al-Qur’an, jenis-jenisnya, serta hikmah beriman kepada ketentuan Allah. Simak penjelasannya berikut ini.
Secara etimologis, istilah takdir berasal dari kata Arab al-qadr (القدر), yang bermakna ukuran, ketentuan, kekuasaan, dan kemuliaan. Kata kerja dari istilah tersebut, yaitu qaddara (قدّر), mengandung arti mengatur, menetapkan, dan menentukan.
Dalam konteks ajaran Islam, takdir atau al-taqdir merujuk pada seluruh ketetapan Allah Swt. atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Konsep ini mencerminkan kehendak mutlak Allah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Oleh sebab itu, keimanan kepada takdir menjadi bagian penting dalam rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.
Al-Qur’an menjelaskan konsep takdir melalui berbagai ayat. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Isra ayat 30:
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا
Artinya:
"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sungguh, Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
Dalam tafsirnya, Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kekuasaan Allah dalam menentukan rezeki manusia. Allah berhak melapangkan rezeki bagi sebagian hamba-Nya, sementara bagi yang lain dapat menyempitkannya, sesuai dengan hikmah dan ketentuan-Nya.
Dalam ajaran Islam, takdir terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni takdir mubram dan takdir muallaq. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dalam kehidupan manusia.
1. Takdir Mubram
Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang bersifat mutlak dan tidak dapat diubah. Segala hal yang termasuk dalam kategori ini akan terjadi sesuai kehendak Allah, tanpa bisa dipengaruhi oleh usaha maupun doa manusia.
Contoh takdir mubram antara lain:
Takdir mubram mengajarkan manusia untuk menerima ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan.
2. Takdir Muallaq
Takdir muallaq adalah ketetapan Allah yang bergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa manusia. Dalam hal ini, manusia diberi ruang untuk berusaha sehingga hasil akhirnya dipengaruhi oleh kesungguhan yang dilakukan.
Contoh takdir muallaq meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bpkh.go.id