Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 15:47 WIB

Menelusuri Lapisan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin Bogor

Menelusuri Lapisan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin BogorMenelusuri Lapisan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin Bogor (DisparbudJabar)

JAWA BARAT - Museum Situs Pasir Angin menjadi salah satu ruang penting penyimpanan jejak perjalanan sejarah manusia. Melalui koleksi yang dimilikinya, museum ini menghadirkan beragam peninggalan yang merekam fase kehidupan sejak masa prasejarah hingga periode Kolonial.

Museum tersebut berlokasi di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Dalam kunjungannya pada Jumat, 16 Januari 2026, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menuturkan bahwa kawasan ini menyimpan banyak temuan berharga yang dapat dipelajari secara ilmiah maupun edukatif.

Menurutnya, Museum Situs Pasir Angin merepresentasikan lapisan kebudayaan yang cukup lengkap. Mulai dari era Neolitik, berlanjut ke masa Klasik, hingga periode Kolonial, seluruhnya dapat ditelusuri melalui berbagai artefak yang dipamerkan, seperti arca dan benda-benda lain yang telah dilengkapi dengan informasi pendukung.

Salah satu temuan penting dari kawasan Pasir Angin adalah topeng emas yang saat ini disimpan di BRIN Cibinong. Menbud RI menilai artefak tersebut memiliki nilai strategis dalam upaya memahami pola kehidupan masyarakat pada masa lampau di sekitar situs tersebut.

Baca juga: Puasa Ramadhan di Musim Hujan, Ini Saran Dokter soal Vitamin C dan Zinc

Ia menjelaskan, keberadaan topeng emas tersebut memberikan gambaran tentang aspek sosial dan budaya masyarakat yang pernah hidup dan beraktivitas di kawasan Pasir Angin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan juga meninjau Tugu Jepang yang masih berdiri di area situs. Tugu tersebut menjadi penanda peristiwa sejarah abad ke-20, ketika kawasan Pasir Angin pernah menjadi lokasi pertempuran antara pasukan Sekutu dan Jepang.

Menbud RI menjelaskan, posisi Pasir Angin sebagai bukit tertinggi menjadikannya titik strategis untuk memantau wilayah sekitar. Pada masa itu, kondisi lingkungan yang belum dipenuhi pepohonan memungkinkan pandangan terbuka terhadap pergerakan pasukan serta jalannya pertempuran.

Situs Pasir Angin sendiri telah melalui penelitian intensif pada periode 1970 hingga 1975. Dari rangkaian ekskavasi tersebut, para peneliti menemukan beragam artefak berbahan batu, besi, perunggu, tanah liat, obsidian, kaca, hingga gerabah.

Baca juga: Rekomendasi Kolam Renang Terbaik di Jawa Barat untuk Liburan Seru

Pada 1976, atau setahun setelah penelitian selesai, didirikan sebuah bangunan di sekitar area penggalian yang awalnya difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda hasil temuan. Seiring perkembangannya, bangunan tersebut kemudian bertransformasi menjadi Museum Situs Pasir Angin yang kini terbuka untuk masyarakat sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah.

Menutup kunjungannya, Menbud RI menegaskan bahwa Situs Pasir Angin merupakan aset sejarah penting yang perlu terus dikembangkan. Ia berharap ke depan kawasan ini dapat direvitalisasi dan dilengkapi dengan data temuan yang lebih komprehensif, sehingga semakin menarik bagi generasi muda untuk mengenal dan mempelajari sejarah Pasir Angin.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Lapisan Sejarah di Museum Situs Pasir Angin Bogor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!