Selasa, 07 JULI 2026 • 17:30 WIB

Bertahan Sejak 1962, Toko Buku Dahlan Tetap Eksis di Tengah Tren Belanja Online

Author

Bertahan Sejak 1962, Toko Buku Dahlan Tetap Eksis di Tengah Tren Belanja Online

JAWA BARAT - Di tengah berkembangnya tren belanja daring serta perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Toko Buku Dahlan masih mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu toko buku legendaris di Kota Bandung. Berdiri sejak 1962, usaha keluarga tersebut tetap bertahan dengan mengutamakan kualitas pelayanan serta menyesuaikan kebutuhan konsumennya.

Generasi penerus Toko Buku Dahlan, Rifki Taufik, menjelaskan bahwa usaha tersebut berawal dari sebuah toko sederhana yang menyediakan berbagai kebutuhan buku bagi masyarakat. Seiring meningkatnya permintaan, usaha yang dirintis oleh sang kakek terus berkembang hingga dikenal luas oleh pelanggan dari berbagai kalangan.

"Awalnya Toko Buku Dahlan hanya sebuah toko kecil. Seiring waktu, banyak pelanggan yang mencari berbagai jenis buku maupun kitab, sehingga kami terus berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Dari situlah usaha ini berkembang hingga sekarang," ujar Rifki saat ditemui di Toko Buku Dahlan, Jalan Otto Iskandar Dinata No. 522, Kota Bandung, Selasa, 7 Juli 2026.

Nama "Dahlan" sendiri diambil dari nama pendirinya, Ali Abdullah Dahlan, yang menjadi sosok di balik berdirinya toko buku tersebut. Nama tersebut kemudian dipertahankan sebagai identitas usaha keluarga yang telah bertahan selama lebih dari enam dekade.

Bertahan Sejak 1962, Toko Buku Dahlan Tetap Eksis di Tengah Tren Belanja Online

Rifki menilai konsistensi menjadi faktor utama yang membuat Toko Buku Dahlan tetap bertahan hingga saat ini. Pada masa awal, pelanggan banyak datang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Kini, cara tersebut dipadukan dengan layanan berbasis digital agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

"Dulu pelanggan mengenal kami dari rekomendasi satu sama lain. Sekarang kami juga melayani pemesanan secara online, termasuk melalui WhatsApp dan layanan pengiriman. Yang terpenting tetap konsisten memenuhi kebutuhan pelanggan," katanya.

Memasuki periode tahun ajaran baru, aktivitas penjualan di toko mulai mengalami peningkatan meski belum memasuki masa paling ramai. Menurut Rifki, lonjakan pembeli umumnya terjadi beberapa hari menjelang dimulainya kegiatan belajar di sekolah.

"Biasanya puncak keramaian terjadi benar-benar menjelang hari pertama masuk sekolah. Saat itu toko bisa sangat padat hingga pengunjung kesulitan berjalan di dalam. Sekarang memang belum terlalu ramai karena banyak pelanggan memilih memesan melalui WhatsApp untuk kemudian dikirim," jelasnya.

Selain menjual buku tulis, alat tulis, dan berbagai perlengkapan sekolah, Toko Buku Dahlan juga dikenal sebagai salah satu pusat penjualan kitab-kitab Islam yang banyak dicari oleh santri maupun pelajar pesantren. Kitab Safinah serta berbagai buku keagamaan menjadi sejumlah produk yang paling diminati pelanggan.

Baca juga: Pemkot Bandung Ancam Sanksi Faskes yang Menolak Pasien

Tak hanya itu, toko tersebut juga menerapkan program potongan harga setiap hari. Besaran diskon diberikan sesuai jumlah pembelian, sehingga pelanggan dapat memperoleh harga yang lebih hemat tanpa harus menunggu program promosi tertentu. "Diskon kami tersedia setiap hari. Semakin banyak jumlah pembelian, biasanya potongan harga yang diberikan juga semakin besar," ungkap Rifki.

Di tengah perubahan pola belanja masyarakat, Toko Buku Dahlan menunjukkan bahwa usaha keluarga yang mengedepankan pelayanan, menjaga konsistensi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tetap dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan buku dan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan literasi di Kota Bandung.

"Kami selalu mengutamakan pelayanan, menjaga konsistensi, dan terus beradaptasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat yang datang ke toko kami," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Bandung

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU