Minggu, 31 MEI 2026 • 14:58 WIB

Cegah Perundungan dan Kekerasan, Sukabumi Bentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Author

Cegah Perundungan dan Kekerasan, Sukabumi Bentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (diskominfo pemkab sukabumi) 

JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mempersiapkan pembentukan Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) untuk masa kerja 2026-2030. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Pembentukan Pokja BSAN dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Pendopo Sukabumi pada Jumat (29/5/2026).

Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi itu menegaskan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Ade Suryaman menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memilih mempercepat proses pembentukan Pokja sebelum tenggat waktu yang ditetapkan pada 9 Juli 2026.

Baca juga: Upaya Penyelundupan Sabu ke Lapas Karawang Digagalkan, Dua Pembesuk Diamankan

“Kami ingin memastikan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi mampu memenuhi kebutuhan spiritual peserta didik, memberikan perlindungan secara fisik, serta mendukung kesehatan psikologis mereka selama berada di lingkungan sekolah,” kata Ade.

Menurutnya, keberadaan Pokja BSAN akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan berbagai persoalan yang kerap muncul di lingkungan pendidikan, seperti perundungan, tindak kekerasan, hingga sikap intoleransi.

Dalam susunan organisasi Pokja BSAN, Ade Suryaman ditunjuk sebagai ketua. Ia akan didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah sebagai wakil ketua, sementara Kepala Dinas Pendidikan bertugas sebagai koordinator.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan lingkungan pendidikan yang aman tidak hanya berada di tangan sekolah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurut Deden, Pokja BSAN akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Kementerian Agama, perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua, hingga media massa. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Baca juga: Jawa Barat Siapkan Deretan Event Unggulan Sepanjang Juni 2026, dari Budaya hingga Olahraga

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis dapat membangun budaya sekolah yang inklusif, ramah anak, dan mendukung proses pendidikan secara menyeluruh.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah, dengan menghadirkan rasa aman serta kenyamanan bagi peserta didik di lingkungan sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Sukabumi

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU