Kamis, 28 MEI 2026 • 23:03 WIB

Khidmat, Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Diikuti Ratusan Warga

Author

Khidmat, Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Nurul Huda Diikuti Ratusan Warga

JAWA BARAT -  Ratusan jamaah memadati Masjid Nurul Huda di Kampung Selang Bulak, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, saat pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Ibadah berlangsung khusyuk dengan diikuti warga dari sejumlah kampung di wilayah Desa Wanajaya.

Salat Idul Adha dipimpin Imam KH Khoeruddin Nawawi, sedangkan khutbah disampaikan oleh KH Abdullah Nawawi Al-Aziz. Pada momentum tersebut, panitia kurban Masjid Nurul Huda juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang terdiri atas tiga ekor sapi dan 15 ekor kambing.

Dalam khutbahnya, KH Abdullah Nawawi Al-Aziz menekankan bahwa Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat sikap tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa ibadah tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan syariat secara lahiriah, melainkan juga harus disertai nilai penghambaan yang tulus.

“Jangan sampai ibadah yang dijalankan kehilangan ruhnya. Hidupkan nilai ubudiyah dengan ketundukan dan kepasrahan penuh kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baca juga: Sport Plus Sukatani Jadi Ikon Baru Fasilitas Olahraga Modern di Bekasi Utara

Menurutnya, Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan umat manusia untuk menaati seluruh perintah Allah SWT. Sikap tunduk tersebut dinilai menjadi inti dari setiap ibadah yang dijalankan umat Islam.

Ia juga mengingatkan pentingnya tawakal dalam menghadapi kehidupan. Menurut KH Abdullah, setiap ketetapan yang datang dari Allah SWT mengandung hikmah dan kebaikan bagi hamba-Nya.

“Orang yang berserah diri kepada Allah tidak lagi menggantungkan hidupnya kepada makhluk. Ia meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan seluruh ketetapan-Nya adalah kebaikan,” tuturnya.

Menjelaskan makna ibadah kurban, KH Abdullah menyebut kurban sebagai simbol pengorbanan, ketaatan, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menilai penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk kepatuhan seorang hamba terhadap perintah Tuhannya.

“Kurban menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Darah hewan kurban yang mengalir melambangkan perjuangan dan penyerahan diri seorang hamba,” katanya.

Baca juga: 13 Cabang Olahraga Dipertandingkan di POPDA Kabupaten Bekasi 2026

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui lima hal, yakni memperdalam ilmu, memperbanyak zikir, bermusyawarah dengan ulama, menghadiri majelis ilmu, serta melakukan mujahadah atau melawan hawa nafsu. Ia menegaskan bahwa ilmu merupakan dasar utama dalam menjalankan amal ibadah.

“Tidak mungkin seseorang dapat beramal dengan baik tanpa ilmu. Ilmu menjadi fondasi dari setiap amal,” ucapnya.

Menutup khutbahnya, KH Abdullah berharap momentum Idul Adha dapat menjadikan umat Islam semakin dekat kepada Allah SWT dan mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan penuh kesabaran serta keimanan.

“Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang beriman, sabar menghadapi ujian, dan senantiasa diberi kekuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Bekasi

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU