JAWA BARAT - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan dua perlintasan tidak sebidang berupa flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut diajukan sebagai upaya mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan di kawasan perlintasan kereta api.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan keberadaan sejumlah perlintasan kereta sebidang di wilayahnya telah lama dikeluhkan masyarakat, terutama pada jam sibuk ketika antrean kendaraan kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, kondisi tersebut paling sering terjadi di perlintasan Lemahabang yang menjadi salah satu titik dengan tingkat kemacetan cukup tinggi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan flyover maupun underpass di lokasi tersebut.
Asep menjelaskan, meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api di lintas Manggarai–Cikarang, seiring operasional KRL dan pengembangan jalur kereta, membuat kebutuhan pembangunan perlintasan tidak sebidang semakin mendesak.
Baca juga: Jembatan Garuda Jadi Akses Baru Penunjang Aktivitas Warga di Bekasi Utara
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan flyover di JPL 104 ruas Jalan Telaga Asih–Wanasari yang berada di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni. Selain itu, pemerintah daerah juga mengajukan pembangunan underpass di Jalan KH Ma’mun Nawawi pada lintas Stasiun Cikarang–Stasiun Lemahabang.
Sebagai bentuk kesiapan, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan teknis berupa Detail Engineering Design (DED) beserta dokumen pendukung lainnya agar proses pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menyebut dua lokasi tersebut menjadi prioritas karena tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
Ia mengatakan usulan pembangunan itu telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), termasuk kondisi kemacetan yang terjadi di kedua titik tersebut.
Menurut Agus, rencana pembangunan flyover dan underpass tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan perlintasan sebidang di berbagai daerah.
Baca juga: Persija vs Persib, Pertarungan Gengsi Sekaligus Penentu Gelar Super League
Agus menambahkan seluruh dokumen teknis, termasuk DED dan estimasi kebutuhan anggaran, telah dipersiapkan. Namun, kebutuhan anggaran nantinya akan dihitung kembali oleh Bappenas sesuai hasil kajian lebih lanjut.
Berdasarkan estimasi sementara, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar, sedangkan flyover Telaga Asih sekitar Rp85 miliar.
Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya telah disiapkan sejak beberapa tahun lalu. Pemerintah Kabupaten Bekasi bahkan telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi guna mendukung percepatan proyek.
Perlintasan Lemahabang dinilai menjadi salah satu titik vital karena menghubungkan jalan provinsi dan jalan nasional, sehingga arus kendaraan di kawasan tersebut sangat padat, terutama saat kereta api melintas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Bekasi