JAWA BARAT - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah terjadi aksi saling serang antara Iran dan Israel. Militer Iran melancarkan serangan drone yang menyasar kilang minyak serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di kota pelabuhan Haifa pada Selasa (10/3).
Serangan tersebut memicu aktivasi sirene peringatan serangan udara di sejumlah wilayah Israel. Alarm dilaporkan berbunyi di berbagai kota besar, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Sementara itu, sistem pertahanan udara milik Israel Defense Forces (IDF) dikerahkan untuk mencegat proyektil yang mengarah ke wilayah negara tersebut.
Militer Iran menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan respons atas serangan sebelumnya yang menyasar fasilitas penyimpanan minyak Iran.
“Angkatan udara Iran, sebagai tanggapan atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, mengerahkan drone untuk menyerang kilang minyak, instalasi gas, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip media pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
Baca juga: Lokasi Relokasi Korban Longsor Pasirlangu Masih Dikaji, Prioritaskan Zona Aman
Dalam pernyataan itu disebutkan pula bahwa serangan berlangsung dalam beberapa jam terakhir sebelum diumumkan kepada publik.
Di sisi lain, IDF menyatakan pihaknya kembali mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran menuju Israel. Sistem pertahanan udara Israel disebut masih aktif melakukan upaya pencegatan terhadap ancaman tersebut.
Laporan koresponden RIA Novosti menyebutkan sirene serangan udara terdengar di Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel bagian tengah setelah gelombang roket terbaru diluncurkan dari Iran. Ledakan juga terdengar di udara yang diduga berasal dari proses pencegatan rudal oleh sistem pertahanan Israel.
Berdasarkan sistem peringatan roket Israel, alarm darurat turut diaktifkan di sebagian besar kawasan Israel tengah, termasuk wilayah sekitar Yerusalem serta area Tepi Barat.
Sebelumnya, pada Senin (9/3), satu orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka di Israel tengah akibat pecahan roket yang jatuh.
Baca juga: Disnaker Kabupaten Bandung Pantau 200 Perusahaan untuk Pastikan Pembayaran THR Tepat Waktu
Rangkaian ketegangan ini bermula setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban di kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah Israel dan juga menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara