JAWA BARAT - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menegaskan posisinya di kancah industri pertahanan global dengan turut serta dalam ajang International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 yang digelar di Istanbul, Turki. Keikutsertaan ini membawa misi memperkuat diplomasi industri pertahanan sekaligus memperluas jangkauan pasar manufaktur dirgantara Indonesia di tingkat internasional.
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menuturkan bahwa kehadiran PTDI bersama holding DEFEND ID di IDEF bukan hanya sebagai ajang promosi, namun sebagai bentuk partisipasi aktif dalam memperkokoh peran strategis Indonesia dalam rantai pasok industri pertahanan global.
"Forum ini menjadi wadah penting untuk memperlihatkan kapabilitas industri alutsista nasional yang mulai diakui di level internasional," ujarnya dalam keterangan resmi dari Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/7).
IDEF 2025 merupakan salah satu pameran pertahanan terbesar di kawasan Eurasia, yang tahun ini menghadirkan lebih dari 1.500 perusahaan dari 78 negara. Dalam pameran ini, PTDI menampilkan produk-produk unggulan serta menawarkan kerja sama strategis yang saling menguntungkan, sejalan dengan upaya memperluas pasar global.
Baca juga: Harga Emas Galeri24 dan UBS Turun Tiga Hari Berturut-turut, Berikut Daftar Terbarunya
Gita menambahkan, posisi geografis Turki yang berada di persimpangan Eropa, Asia, dan Timur Tengah menjadi alasan strategis dalam memilih IDEF sebagai panggung untuk memperluas jaringan mitra bisnis. Kawasan ini juga tengah menjadi fokus ekspansi PTDI, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pesawat turboprop di Afrika dan Timur Tengah.
PTDI membawa beberapa produk andalan seperti CN235-220, NC212i, dan N219, yang memiliki potensi ekspor tinggi. Selain menawarkan pesawat, PTDI juga mengembangkan layanan purna jual melalui sektor Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) yang mencakup perawatan pesawat militer dan sipil.
"Kami tidak sekadar menjual pesawat. Yang kami tawarkan adalah keandalan sistem dan keberlanjutan operasional," ujar Gita.
Partisipasi di IDEF 2025 juga membuka ruang bagi penguatan kerja sama bilateral Indonesia–Turki, khususnya di sektor pertahanan. PTDI menjalin kesepakatan dengan sejumlah perusahaan teknologi pertahanan terkemuka asal Turki seperti Havelsan, Aselsan, dan Turkish Aerospace.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan pesawat patroli maritim (MPA), simulator CN235, serta proyek pesawat pengintai udara AEW&C (Airborne Early Warning and Control). Proyek-proyek ini tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing, tetapi juga dirancang untuk menyasar pasar ekspor ke negara ketiga.
"Kerja sama ini dibangun atas dasar visi jangka panjang dan saling melengkapi antar pelaku industri," jelas Gita.
Di sisi lain, PTDI dan Turkish Aerospace juga menyepakati Framework Agreement yang memungkinkan Indonesia turut serta dalam pengembangan jet tempur generasi baru. Kolaborasi ini dipandang penting untuk mendorong penguatan teknologi avionik dan kapasitas rekayasa nasional dalam bidang pesawat tempur modern.
PTDI dan mitra industri Turki sebelumnya telah menjalin kemitraan melalui modifikasi enam unit CN235 menjadi pesawat Anti-Submarine Warfare (ASW) untuk Angkatan Laut Turki, serta tiga unit menjadi Naval Surveillance Aircraft (NSA) untuk Penjaga Pantai Turki, yang berlangsung pada periode 2003 hingga 2015.
Kini, bersama Aselsan, PTDI melanjutkan kerja sama dalam program keberlanjutan CN235 yang mencakup peningkatan sistem pesawat, logistik, hingga kesiapan operasional jangka panjang. Hal ini, kata Gita, menjadi bukti nyata peran PTDI sebagai mitra strategis yang dapat diandalkan.
Lebih dari sekadar membidik pasar, keterlibatan PTDI dalam IDEF 2025 juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian industri pertahanan nasional. Dengan memperkuat kemitraan lintas kawasan, PTDI menyampaikan pesan bahwa Indonesia siap menjadi bagian penting dalam industri pertahanan global berbasis teknologi tinggi.
"IDEF adalah platform strategis untuk menjalin kepercayaan dan membentuk kemitraan setara yang berkelanjutan. Kami hadir tidak hanya membawa produk, tapi juga menawarkan peluang kerja sama teknologi yang sejajar," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara