Pemkot Bandung Hadirkan Program “Ngadoor” Khitan Gratis Hingga ke Rumah Warga
JAWA BARAT - Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Ngadoor, yakni khitan gratis dengan sistem “door to door”. Program ini menjadi wujud komitmen Pemkot Bandung dalam memberikan pelayanan berbasis nilai syariat dan kemanusiaan langsung ke rumah-rumah warga.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa Ngadoor merupakan realisasi dari janji Pemkot Bandungampanye yang kini diwujudkan secara nyata.
“Program ini bukan sekadar janji kampanye. Insyaallah, Ngadoor akan terus berjalan hingga lima tahun ke depan demi memberikan layanan terbaik bagi warga Kota Bandung,” ujar Erwin. Dalam suasana penuh keakraban, Erwin juga menyinggung makna khitan sebagai bagian dari ajaran Islam yang memiliki nilai penting bagi umat Muslim.
“Khitan adalah perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk meneruskan syariat Nabi Ibrahim. Dulu Nabi Ibrahim disunat di usia 80 tahun dengan kapak, kalau sekarang sudah pakai laser, jadi lebih aman dan nyaman,” ucapnya disambut tawa warga.
Baca juga: Wali Kota Bandung Apresiasi Semangat Kebersamaan dalam Parade Jam’iyyah Persis Bojongloa Kaler
Berbeda dari biasanya, pelaksanaan Ngadoor di Kecamatan Mandalajati kali ini digelar di kantor kecamatan sebagai bentuk percontohan. Biasanya, tim medis langsung mendatangi rumah warga agar anak-anak lebih mudah mendapatkan layanan tanpa harus datang ke lokasi.
Pemkot Bandung Hadirkan Program “Ngadoor” Khitan Gratis Hingga ke Rumah Warga
“Hari ini hanya contoh pelaksanaan. Selanjutnya, tim Ngadoor akan berkeliling mendatangi rumah-rumah warga agar orang tua tidak perlu repot membawa anak ke tempat pelayanan,” jelas Erwin. Selain layanan medis, anak-anak peserta khitan juga mendapat berbagai hadiah, mulai dari baju koko, mainan mobil remot, hingga tumpeng dan goodie bag sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moral.
“Insyaallah setelah disunat, mereka menjadi anak saleh yang mendoakan orang tuanya,” tutur Erwin. Erwin menambahkan, pada tahun 2025 Pemkot Bandung menargetkan 215 anak untuk mengikuti program Ngadoor tahap pertama, dan 500 anak pada tahun 2026 mendatang.
“Semoga program ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Khairunnas anfa’uhum linnas sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya. Sementara itu, Camat Mandalajati, Evy Oktaviyanty, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang juga melibatkan beberapa kecamatan sekitar seperti Cibeunying Kaler, Arcamanik, Antapani, dan Batununggal.
Baca juga: Respons Cepat Aduan Warga, Wali Kota Bandung Pastikan Perbaikan Infrastruktur di RW 6
“Alhamdulillah, di momentum Hari Pahlawan ini kami dapat memfasilitasi 20 anak untuk disunat gratis. Meski pelaksanaan dilakukan di tengah perbaikan gedung, semoga membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya. Evy pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka selama proses khitan berlangsung.
“Kami apresiasi kesabaran dan dukungan para orang tua. Tangisan anak-anak itu hal yang wajar, tapi insyaallah mereka pulang dengan senyum karena mendapat hadiah dan pengalaman berharga,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung