Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 13:45 WIB

BPBD Garut Kerahkan Tim Gabungan Tangani Dampak Banjir Bandang di Banyuresmi

BPBD Garut Kerahkan Tim Gabungan Tangani Dampak Banjir Bandang di BanyuresmiBPBD Garut Kerahkan Tim Gabungan Tangani Dampak Banjir Bandang di Banyuresmi (Antara Foto)

JAWA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengerahkan tim gabungan untuk menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banyuresmi. Upaya penanganan difokuskan pada pembersihan lingkungan serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan, melakukan pendataan, dan memastikan proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan warga.

“Tim BPBD Kabupaten Garut bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, pendataan, serta penanganan pascabencana di lokasi terdampak,” ujar Aah di Garut, Jumat (31/10).

Ia menjelaskan, hujan deras dengan intensitas tinggi pada Kamis (30/10) menyebabkan meluapnya aliran air sungai hingga menggenangi permukiman warga di Desa Sukalaksana dan Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, banjir menyisakan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai serta lumpur yang menutupi permukiman warga. Petugas gabungan bersama masyarakat kini tengah melakukan pembersihan di sejumlah titik yang terdampak.

Baca juga: Ratusan Rumah di Garut Terendam Banjir Bandang, Warga Mengungsi ke Tempat Aman

“Unsur Forkopimcam Banyuresmi bersama perangkat desa dan masyarakat setempat bekerja sama membersihkan sampah di sekitar jembatan yang tersumbat dan memastikan aliran Sungai Cibuyutan kembali lancar,” jelasnya.

Selain penanganan fisik, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, termasuk perlengkapan tidur. Sejumlah alat berat seperti backhoe loader turut dikerahkan guna mempercepat proses pengangkutan lumpur dan sampah dari area terdampak.

Berdasarkan data sementara BPBD Garut, banjir bandang mengakibatkan 60 rumah dan satu musala terdampak di Kampung Babakan Wetan, 24 rumah dan satu masjid di Kampung Sarianteun, 13 rumah, satu masjid, serta fasilitas pendidikan SMPN 3 Banyuresmi di Kampung Lio, dan 24 rumah terendam di Kampung Cibuyutan. Selain itu, beberapa petak kebun ikut tergenang dengan ketinggian air antara 50 hingga 100 sentimeter.

Aah menjelaskan, faktor utama penyebab banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi, saluran air yang tidak mampu menampung debit besar, serta keberadaan jembatan buatan warga yang terlalu rendah sehingga menghambat aliran dan menumpuk sampah.

Baca juga: Polres Garut Luncurkan Tim Patroli Polwan “Intan” untuk Wujudkan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

“Banjir di kawasan ini bukan kali pertama. Kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi, terutama saat curah hujan tinggi, dan diperparah oleh sedimentasi di Sungai Cibuyutan,” ujarnya.

Hingga kini, tim gabungan dari BPBD Garut, PMI, Disdamkar, TNI, Polri, serta relawan terus siaga di lokasi untuk membersihkan area terdampak. Sejumlah peralatan seperti mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter dan truk pengangkut turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BPBD Garut Kerahkan Tim Gabungan Tangani Dampak Banjir Bandang di Banyuresmi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!