Dedi Mulyadi: Persatuan TNI dan Rakyat Jadi Penopang Kedaulatan Negara (Antara Foto)
JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa kekuatan serta keutuhan Indonesia hanya dapat terjaga apabila Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat senantiasa bersatu dalam semangat pengabdian.
“Bangsa ini akan tetap kokoh jika TNI dan rakyat berpadu dalam satu kesatuan,” ujar Dedi usai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI di Lapangan Makodam III/Siliwangi, Bandung, Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI yang terus berada di garis depan menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Ia menilai, hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat merupakan landasan penting bagi sistem pertahanan semesta Indonesia.
“Sistem pertahanan kita adalah Hankamrata, yakni pertahanan dan keamanan rakyat semesta. Artinya, keterlibatan masyarakat merupakan hal mendasar dalam menjaga kedaulatan bangsa,” tuturnya.
Baca juga: Pelajar Bandung Ikuti Study Tour Museum Kavaleri TNI AD
Dedi menambahkan, nilai kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan rakyat perlu dirawat agar semangat bela negara tetap tumbuh menghadapi berbagai dinamika zaman. Ia juga berharap momentum HUT ke-80 TNI dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, khususnya dalam penanggulangan bencana, pembangunan wilayah, serta pembinaan masyarakat.
“Kolaborasi yang solid akan menjadi kunci untuk mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan warga Jawa Barat,” kata Dedi.
Tahun ini, peringatan HUT TNI mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” yang disebut Dedi sebagai cerminan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa.
Baca juga: Fenomena Fatherless Jadi Sorotan, Bandung Ajak Ayah Lebih Terlibat
Upacara di Makodam III/Siliwangi diikuti pasukan dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan pemerintah daerah, serta masyarakat.
Dalam amanat tertulis Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang dibacakan Wadan Kodiklatad Mayjen TNI Izak Pangemanan, seluruh prajurit diingatkan agar waspada terhadap provokasi dan penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak soliditas TNI maupun hubungan dengan rakyat dan lembaga negara lain.
“Setiap prajurit harus mampu menahan diri agar tidak terjebak isu yang bisa memecah belah TNI, merusak sinergi antar-lembaga, serta melemahkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA