Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 15:30 WIB

Dukung Konservasi, TNI AD Turut Awasi Habitat Macan Tutul Jawa di Karawang

Dukung Konservasi, TNI AD Turut Awasi Habitat Macan Tutul Jawa di KarawangDukung Konservasi, TNI AD Turut Awasi Habitat Macan Tutul Jawa di Karawang (Antara Foto)

JAWA BARAT - Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa TNI Angkatan Darat mencatat capaian penting dalam upaya konservasi satwa dilindungi. Melalui pemasangan 40 kamera jebak di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, tim berhasil merekam 198 aktivitas satwa liar dan mengidentifikasi keberadaan 19 individu macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) serta macan kumbang, termasuk dua ekor anak.

Survei ini menjadi yang pertama dilakukan dengan metode ilmiah dan protokol standar di wilayah Sanggabuana, sekaligus menandai langkah baru dalam pemetaan populasi satwa langka. Selain macan tutul, kamera juga menangkap keberadaan elang Jawa, yang memperkuat nilai penting kawasan ini sebagai habitat konservasi.

Koordinator Tim Survei Macan Tutul Jawa Sanggabuana dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard T. Wahyu Wiryanta, menjelaskan bahwa hasil survei tahap pertama ini merupakan masukan berharga bagi pemerintah. Data yang terkumpul, kata dia, mencakup jumlah individu, pola ancaman, hingga preferensi pakan satwa. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengusulan perubahan status hutan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi resmi.

“Dengan adanya data populasi yang lebih jelas, upaya perlindungan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk memberikan kepastian hukum atas status hutan,” ujar Bernard, Minggu (7/9).

Ia juga menyoroti peran penting prajurit Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad dalam mendukung kegiatan konservasi. Selain ikut dalam riset dan memastikan latihan tempur tidak mengganggu ekosistem, prajurit turut terlibat dalam patroli pencegahan perburuan serta menjaga dari perambahan hutan. Kehadiran mereka terbukti mampu menekan aktivitas perburuan satwa dilindungi di kawasan Sanggabuana.

Hingga Agustus 2025, tahap pertama survei telah selesai, dan kamera jebak kini dipindahkan ke titik lain dalam kawasan seluas 10.000 hektare untuk melanjutkan pemantauan. Hasil sementara menunjukkan populasi macan tutul Jawa masih bertahan dalam jumlah yang cukup signifikan, meski kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan habitat secara lebih ketat agar keseimbangan ekologis tidak terganggu.

TNI AD bersama SCF serta berbagai pihak terkait terus mendorong percepatan penetapan Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan konservasi. Upaya ini sejalan dengan komitmen TNI AD untuk hadir tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melestarikan alam bagi generasi mendatang.

Baca juga: Karawang Hasilkan 1.400 Ton Sampah per Hari, Pemkab Siapkan Regulasi Baru

Ekspedisi ini sebelumnya dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada Februari 2025 di Menlatpur Kostrad, Karawang. Saat itu, Kasad menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari inisiatif TNI AD bertajuk “Bersatu Dengan Alam”.

“Sebagai bangsa Indonesia, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekayaan hayati demi keberlanjutan hidup generasi penerus. TNI AD akan terus mendukung langkah-langkah pelestarian lingkungan, termasuk perlindungan hutan lindung,” tegas Maruli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dukung Konservasi, TNI AD Turut Awasi Habitat Macan Tutul Jawa di Karawang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!