Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 10:36 WIB

Gombyang Dermayu Masuk WBTB 2025, Perkuat Potensi Wisata Kuliner Jawa Barat

Author

Gombyang Dermayu Masuk WBTB 2025, Perkuat Potensi Wisata Kuliner Jawa Barat

JAWA BARAT - Pesisir utara Jawa Barat menyimpan kekayaan yang layak dikenal luas. Bukan berupa benda berharga, melainkan warisan kuliner khas bernama Gombyang Dermayu.

Hidangan ini bukan sekadar olahan hasil laut. Gombyang merekam jejak kehidupan masyarakat pesisir tentang kedekatan dengan laut, perjuangan nelayan, serta kearifan warga dalam memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, hingga akhirnya menjadi kebanggaan daerah, khususnya di Kabupaten Indramayu.

Secara historis, masyarakat Indramayu telah lama hidup dalam tradisi maritim. Sejak berabad-abad lalu, wilayah ini dikenal sebagai sentra perikanan, dengan salah satu tangkapan utama berupa ikan manyung. Ikan berukuran besar tersebut umumnya diolah menjadi ikan asin jambal roti. Sementara itu, bagian kepalanya kerap tidak dimanfaatkan, yang kemudian menjadi awal mula lahirnya Gombyang Dermayu.

Cerita yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan, para nelayan dahulu membawa pulang kepala ikan untuk dimasak menjadi hidangan keluarga. Bagian tersebut diolah dengan teknik pindang menggunakan bumbu sederhana seperti kunyit, bawang, jahe, cabai, dan asam jawa. Kuahnya melimpah, panas, dan beraroma khas. Saat disajikan, potongan ikan terlihat bergerak di dalam mangkuk, sehingga muncul sebutan “gombyang”, yang dalam bahasa pesisir berarti bergoyang atau terombang-ambing.

Baca juga: Cirebon dan Tahu Gejrot, Warisan Rasa yang Kini Mendunia

Berangkat dari makanan sederhana para nelayan, Gombyang kemudian berkembang menjadi salah satu menu favorit masyarakat Dermayu. Ciri khasnya terletak pada kuah berwarna kuning keemasan dengan perpaduan rasa gurih dari ikan laut, asam segar dari belimbing wuluh atau asam jawa, serta sensasi pedas ringan yang menghangatkan.

Kini, Gombyang Dermayu tidak hanya dikenal sebagai kuliner tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari potensi wisata gastronomi Jawa Barat. Pengakuan tersebut semakin kuat setelah hidangan ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Disparbud Jabar

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU