JAWA BARAT - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI terus memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem melalui pembangunan 13 Sekolah Rakyat yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan seluruh Sekolah Rakyat tersebut akan mulai beroperasi pada tahun ini. Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 1.353 peserta didik telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan belajar di 13 lokasi tersebut.
Adapun lokasi Sekolah Rakyat tersebut berada di sejumlah wilayah, antara lain;
- Kota Bogor di Sentra Galih Pakuan
- Kabupaten Bogor di Sentra Inten Soeweno
- Kabupaten Bekasi di Sentra Pangudi Luhur
- Kabupaten Sukabumi di Sentra Phalamarta
- Kabupaten Bandung Barat di Sentra Wyata Guna serta BPPKS Kemensos RI
- Kabupaten Bandung di kawasan Stadion Si Jalak Harupat
- Kota Bandung di Polteksos dan Sentra Wyata Guna
- Kabupaten Sumedang di Balai Latihan Kerja Sumedang
- Kota Cirebon di SMPN 18 Kota Cirebon
- Kota Cimahi di Sentra Abiyoso dan Dinas Sosial Jawa Barat.
Herman menegaskan, seluruh Sekolah Rakyat tersebut telah siap menerima siswa pada tahun ajaran ini. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
Ia juga berharap, kehadiran 13 Sekolah Rakyat tersebut dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga miskin ekstrem sehingga mereka memperoleh kesempatan belajar yang layak dan bermutu.
Baca juga: 10 SMK Terbaik di Karawang yang Layak Jadi Pilihan Siswa Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental setiap anak. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya konkret untuk memastikan tidak ada anak di Jawa Barat yang tertinggal akibat kendala ekonomi.
Purwanto menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan melakukan pendampingan terhadap proses pembelajaran di Sekolah Rakyat melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan karakter wilayah masing-masing.
Selain itu, pihaknya juga akan menjaga kualitas pendidikan melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta penguatan kurikulum yang berbasis pada kondisi sosial siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disdik.jabarprov.go.id