Kamis, 22 JANUARI 2026 • 14:17 WIB

Puasa Ramadhan di Musim Hujan, Ini Saran Dokter soal Vitamin C dan Zinc

Author

Puasa Ramadhan di Musim Hujan, Ini Saran Dokter soal Vitamin C dan Zinc (Antara Foto)

JAWA BARAT - Dokter umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Irwan Heriyanto, menyampaikan bahwa konsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Menurut Irwan, kedua nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung sistem imun, khususnya untuk mencegah infeksi yang kerap muncul saat kondisi tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat. “Untuk menjaga pertahanan tubuh dan mencegah infeksi, vitamin C serta suplemen yang mengandung zinc pada dasarnya sudah memadai,” ujarnya dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada bulan Februari kemungkinan masih berada dalam periode musim hujan. Kondisi tersebut dinilai cukup berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat yang berpuasa. Di tengah cuaca hujan, risiko penyakit tertentu tetap ada, namun kebutuhan suplemen dinilai tidak perlu berlebihan selama asupan vitamin C dan zinc tercukupi.

Baca juga: Lima Sajian Khas Jawa Barat yang Melekat dalam Budaya Sunda

Cuaca yang cenderung lebih sejuk selama musim hujan juga disebut memberikan keuntungan tersendiri bagi umat Muslim yang berpuasa. Suhu yang lebih dingin dapat membantu mengurangi risiko dehidrasi karena tubuh tidak terlalu banyak kehilangan cairan melalui keringat.

Irwan juga menuturkan bahwa kondisi cuaca dingin berpotensi menekan keluhan vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba, yang kerap menjadi salah satu gangguan kesehatan saat bulan Ramadhan. “Saat cuaca tidak terlalu panas, risiko dehidrasi berkurang sehingga keluhan seperti vertigo dan gangguan serupa bisa diminimalkan,” jelas anggota Board of Medical Excellence Halodoc tersebut.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa puasa dapat menjadi momen bagi tubuh untuk melakukan proses pembersihan alami atau self cleaning terhadap zat-zat sisa yang menumpuk selama berbulan-bulan.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan saat berbuka puasa. Untuk mengurangi risiko peradangan maupun infeksi, masyarakat diimbau membatasi konsumsi makanan manis secara berlebihan. Asupan gula yang tinggi, menurutnya, dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan kesehatan kulit seperti jerawat.

Baca juga: Lima Rekomendasi Seblak Favorit di Cikampek, Pedasnya Jadi Buruan Pecinta Kuliner

Ia menekankan bahwa sumber gula tidak hanya berasal dari makanan manis, tetapi juga dari makanan pokok seperti nasi yang dikonsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan kebijaksanaan dalam memilih makanan serta mengendalikan keinginan terhadap rasa manis. “Rasa manis itu pada dasarnya hanya dinikmati di mulut. Setelah itu, tubuh tidak lagi merasakan kenikmatannya. Yang penting adalah makan secukupnya, bukan berlebihan,” pungkas Irwan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU