JAWA BARAT - Candied salmon tengah menjadi salah satu resep yang banyak menarik perhatian warganet dalam beberapa pekan terakhir. Tampilan lembut dan warna oranyenya yang menggugah selera membuat banyak orang tertarik untuk turut mencoba membuatnya di rumah.
Secara sederhana, candied salmon merupakan olahan salmon segar yang direndam dengan bahan pemanis mulai dari gula aren, madu, hingga sirup maple. Setelah dimarinasi, ikan kemudian dibungkus aluminium foil dan disimpan di lemari pendingin selama setidaknya 24 jam hingga warnanya semakin pekat dan teksturnya berubah kenyal menyerupai permen.
Baca juga: Mengintip Sejarah Bir Kotjok, Sajian Tradisional Tanpa Alkohol dari Bogor
Meski terlihat praktis, proses ini tetap membutuhkan perhatian khusus. Banyak pengguna yang langsung mengikuti tren tersebut tanpa memperhatikan aspek keamanan pangan, padahal kesalahan penanganan dapat menimbulkan sejumlah risiko.
Salmon memang dikenal kaya protein dan omega-3, namun pengolahan yang kurang tepat dapat menyebabkan:
- Kontaminasi bakteri atau parasit, terutama bila salmon tidak dalam kondisi sangat segar.
- Kandungan natrium berlebih, jika menggunakan bumbu curing mirip smoked salmon.
- Keracunan makanan, apabila penyimpanan terlalu lama atau wadah tidak cukup kering.
- Kerugian bahan, mengingat salmon termasuk komoditas mahal dan mudah rusak.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, beberapa langkah aman yang dapat diterapkan antara lain:
- Memilih salmon yang benar-benar segar dan selalu menyimpannya dalam suhu dingin.
- Menggunakan peralatan bersih serta meminimalkan waktu ikan berada di suhu ruang.
- Memastikan proses pemasakan atau pengeringan dilakukan hingga aman dikonsumsi.
- Mengonsumsi dalam jumlah wajar, tidak dijadikan camilan harian.
- Menghindari olahan setengah matang bagi ibu hamil atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Eksperimen kuliner seperti candied salmon sah-sah saja dilakukan, terlebih bagi yang gemar mencoba hal baru di dapur. Namun perlu diingat, setiap tren kuliner memiliki risiko tersendiri, terutama jika berkaitan dengan bahan mentah atau setengah matang.
Baca juga: Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Variasi Protein untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Anak
Sebelum ikut mencoba, ada baiknya memahami teknik pengolahan yang benar agar cita rasa tetap terjaga sekaligus aman dinikmati. Jangan sampai justru berujung keracunan atau pemborosan bahan akibat kelalaian dalam proses pembuatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara