Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 17:26 WIB

Ahli Gizi RSCM: Air Kelapa hingga Bubur Halus Bisa Bantu Redakan Gejala Keracunan

Author

Ahli Gizi RSCM: Air Kelapa hingga Bubur Halus Bisa Bantu Redakan Gejala Keracunan (Antara Foto)

JAWA BARAT - Ahli gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Fitri Hudayani, mengingatkan pentingnya pemilihan makanan dan minuman yang tepat untuk membantu meredakan gejala keracunan serta gangguan pencernaan.

Menurut Fitri, salah satu pilihan sederhana adalah air kelapa. Minuman ini dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare.
Air kelapa mengandung elektrolit yang mampu membantu rehidrasi. Selain itu, tingkat keasamannya tidak terlalu tinggi sehingga lebih nyaman di lambung dan dapat mengurangi rasa perih akibat peningkatan asam,” ujarnya.

Fitri menjelaskan, gejala umum keracunan meliputi diare, muntah, sakit kepala, hingga nyeri perut, yang dapat berbeda pada tiap individu. Penyebabnya bisa berasal dari proses pengolahan makanan yang kurang higienis, penyimpanan yang tidak tepat, maupun konsumsi makanan berisiko seperti olahan bersantan yang cepat basi.

Selain itu, kontaminasi silang juga berpotensi terjadi jika kebersihan tangan tidak terjaga saat mengolah makanan, atau ketika air yang digunakan untuk memasak mengandung bakteri. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan patogen penyebab keracunan.

Fitri menegaskan, jika gejala semakin berat misalnya muntah terus-menerus atau diare yang tidak kunjung berhenti penderita sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah komplikasi.

Selama masa pemulihan, makanan yang mudah dicerna dianjurkan untuk dikonsumsi, seperti bubur halus, lauk sederhana yang tidak pedas, serta sayuran rendah serat. “Kepadatan makanan bisa ditingkatkan seiring dengan membaiknya kondisi,” jelasnya.

Baca juga: Ratusan Pelajar di Bandung Barat Alami Keracunan Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis

Sebaliknya, makanan berlemak, gorengan, santan, atau susu full cream sebaiknya dihindari karena dapat memperparah gangguan pencernaan.

Untuk mencegah terjadinya keracunan, Fitri menyarankan agar masyarakat memperhatikan cara penyimpanan makanan sesuai jenis bahan. Faktor suhu dan lama penyajian juga menjadi hal penting.
“Jika perlu disimpan lebih lama, pilih jenis masakan yang lebih tahan, seperti sayur bening atau tumisan, dibandingkan sayur bersantan. Hal ini sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak awal merencanakan menu,” tuturnya

.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU