Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Meriah Digelar di Kota Bogor
JAWA BARAT - Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda kembali digelar, kali ini berlangsung di Kota Bogor pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Kegiatan budaya tersebut mengambil rute dari kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Jalan Surya Kencana dan menjadi perhatian besar masyarakat.
Sejak sore hari, warga mulai memadati area acara untuk menyaksikan salah satu pergelaran budaya terbesar yang menampilkan beragam tradisi Sunda. Antusiasme tidak hanya datang dari masyarakat Kota Bogor, tetapi juga dari pengunjung luar daerah yang sengaja hadir lebih awal demi mendapatkan lokasi terbaik untuk menyaksikan kirab budaya dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyerahan Mahkota Binokasih yang berlangsung khidmat. Setelah itu, mahkota diarak sejauh sekitar 3,2 kilometer melintasi jalur utama yang dipenuhi masyarakat.
Baca juga: Kirab Budaya di Karawang Tampilkan Seni dari 27 Daerah di Jawa Barat
Selain diikuti perwakilan 27 daerah di Jawa Barat, kegiatan tersebut turut melibatkan 14 kampung adat, 885 seniman budaya, serta penampilan 20 penari Bali yang hadir sebagai simbol persatuan budaya Nusantara.
Wali Kota Bogor, Muhammad Dedie A. Rachim, menilai kirab budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga ruang kebersamaan untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya.
“Kirab Budaya Bogor menjadi ruang kebersamaan untuk merayakan kekayaan tradisi, memperkuat persatuan, serta membanggakan Kota Bogor sebagai kota yang kaya akan nilai budaya dan keberagaman,” ujarnya.
Kirab budaya tersebut juga menghadirkan partisipasi seniman dari luar Jawa Barat. Masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan khas daerah, mulai dari Ondel-ondel asal DKI Jakarta, Rampak Bedug dari Banten, Kenthongan dan Calung dari Jawa Tengah, hingga atraksi Seni Umbul dan Kuda Lumping.
Baca juga: Dedi Mulyadi: Kirab Mahkota Binokasih Bukan Sekadar Seremoni Budaya
Kegiatan ini dinilai turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan akomodasi di Kota Bogor, termasuk industri perhotelan. Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menyebut agenda budaya tersebut menjadi momentum yang baik bagi dunia usaha di Kota Hujan.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga Kota Bogor menjadi salah satu kota yang menjadi rangkaian kegiatan Kirab Budaya ini,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Disparbud Jabar