Inovasi Barbershop di Bandung, Barberfits Tawarkan Simulasi Gaya Rambut Digital
JAWA BARAT - Di tengah pesatnya pertumbuhan usaha barbershop di Kota Bandung, Barberfits hadir dengan konsep yang mengedepankan inovasi. Tidak hanya menyediakan layanan potong rambut, Barberfits memadukan teknologi dengan pendekatan personal untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
Usaha yang berdiri pada 16 Maret 2022 ini berawal dari skala kecil dengan dua orang capster. Dalam waktu yang relatif singkat, Barberfits mampu berkembang dan membuka sejumlah cabang di berbagai daerah.
General Manager Barberfits, Rudi Suhartawan, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut tidak terlepas dari upaya menghadirkan konsep baru di industri barbershop. Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi menjadi salah satu pembeda utama.
“Inovasi menjadi kunci. Kami mencoba menghadirkan layanan yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi,” ujarnya pada Minggu (22/3/2026).
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah penggunaan teknologi berbasis pemetaan wajah (face profile). Berbeda dengan barbershop pada umumnya yang mengandalkan cermin, Barberfits memungkinkan pelanggan melihat simulasi gaya rambut secara digital sebelum proses pemotongan dilakukan.
Baca juga: Bandung Tetap Bersih di H+1 Lebaran, 640 Petugas Turun ke Lapangan
Pelanggan akan terlebih dahulu difoto, kemudian sistem menampilkan visual wajah yang dapat dipadukan dengan berbagai pilihan model rambut. Dengan demikian, proses konsultasi menjadi lebih terarah dan membantu pelanggan menentukan pilihan yang sesuai.
Rudi menjelaskan, metode ini dinilai mampu mengurangi potensi ketidaksesuaian hasil potong rambut sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.
Menariknya, seluruh sistem teknologi tersebut dikembangkan secara mandiri oleh tim internal tanpa melibatkan pihak ketiga.
Inovasi Barbershop di Bandung, Barberfits Tawarkan Simulasi Gaya Rambut Digital
Di balik inovasi tersebut, terdapat peran generasi muda. Co-Founder Barberfits, Pebrina Marsha Aurellie, mengungkapkan bahwa ide awal muncul dari keinginan menghadirkan konsep barbershop yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
“Awalnya kami ingin menciptakan barbershop yang tidak hanya mengandalkan cermin, tetapi juga mampu menampilkan visual yang lebih jelas bagi pelanggan,” katanya.
Meski memiliki latar belakang pendidikan manajemen pemasaran di Universitas Komputer Indonesia, Pebrina bersama tim berhasil mengembangkan teknologi yang kini menjadi ciri khas Barberfits.
Selain teknologi, Barberfits juga menghadirkan layanan yang terintegrasi. Pelanggan akan melalui rangkaian proses mulai dari konsultasi digital, pemotongan rambut, keramas, penggunaan handuk hangat, hingga penataan rambut dengan produk perawatan.
Seluruh layanan tersebut ditawarkan dengan harga Rp85.000 untuk wilayah Bandung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bandung