Dari Tarian Topeng hingga Jajanan Kampung, Bantaragung Hidupkan Ekonomi Warga (Antara Foto)
JAWA BARAT - Desa Bantaragung di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan kemajuan dapat berjalan seiring tanpa saling meniadakan. Keduanya justru berpadu untuk menggerakkan roda perekonomian warga secara berkelanjutan.
Di hamparan sawah yang membentang hijau, tampak seorang penari topeng menampilkan tarian khas daerah dengan penuh pesona. Setiap gerak tubuhnya mengalun selaras dengan irama musik tradisional yang berpadu lembut dengan hembusan angin dari perbukitan sekitar.
Tak jauh dari panggung sederhana itu, beberapa penari lain menanti giliran tampil sambil berbincang santai. Penonton yang hadir menikmati suasana sore yang hangat, ditemani alunan musik dan aroma tanah desa yang kental dengan nuansa budaya.
Di sudut lain, dua perempuan tampak sibuk melayani pengunjung di bawah atap jerami. Wajah mereka memancarkan keramahan, tangan mereka lincah mencatat pesanan sambil berbagi cerita ringan dengan para pembeli.
Dari Tarian Topeng hingga Jajanan Kampung, Bantaragung Hidupkan Ekonomi Warga (Antara Foto)
Aroma teh hangat dan jajanan tradisional tercium lembut di udara menghadirkan suasana khas pedesaan yang sederhana namun penuh kehangatan.
Area kuliner tradisional menjadi pusat perhatian. Di atas daun pisang tersaji beragam kudapan seperti lemper, bugis, klepon, hingga onde-onde, menggugah selera setiap pengunjung yang datang. Senyum para pedagang menjadi sambutan ramah yang mengingatkan akan kenangan masa kecil di kampung halaman.
Baca juga: The Rizkianto Angkat Tenun Sulam Garut ke Panggung Global Lewat Koleksi “Casa” di JFW 2026
Kini, Bantaragung tumbuh menjadi desa wisata dengan sistem ekonomi berbasis kolaborasi. Seluruh aktivitas wisata dikelola bersama oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku usaha lokal, petani, serta pemerintah desa, dengan dukungan dari Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar).
Melalui sinergi tersebut, Bantaragung tak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menghadirkan wajah baru pariwisata pedesaan yang berdaya dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara