Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 15:27 WIB

Ahli Gizi RSCM: Waktu Sarapan dan Olahraga Pagi Perlu Disesuaikan dengan Tujuan Latihan

Ahli Gizi RSCM: Waktu Sarapan dan Olahraga Pagi Perlu Disesuaikan dengan Tujuan LatihanAhli Gizi RSCM: Waktu Sarapan dan Olahraga Pagi Perlu Disesuaikan dengan Tujuan Latihan (Antara Foto)

JAWA BARAT - Ahli gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Yudhi Adrianto, S.Gz., SE., MKM., AIFO, menyarankan agar waktu sarapan dan olahraga pagi diatur berdasarkan tujuan latihan yang ingin dicapai, baik untuk membakar lemak, meningkatkan performa, maupun membentuk massa otot.

“Apakah sarapan dilakukan sebelum atau sesudah olahraga, itu bergantung pada tujuannya. Sebab, tujuan berolahraga setiap orang berbeda-beda,” ujar Yudhi saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Menurutnya, bila tujuan olahraga adalah meningkatkan performa—misalnya latihan beban atau pembentukan otot—maka dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu. Menu sarapan sebaiknya mengandung karbohidrat dan protein guna menyediakan energi sekaligus mengurangi risiko kerusakan otot.

Sebaliknya, bagi mereka yang berolahraga untuk membakar lemak, aktivitas fisik dapat dilakukan sebelum sarapan. Cara ini dinilai dapat mendorong oksidasi lemak dan memberi manfaat metabolik, khususnya bagi penderita obesitas atau diabetes tipe 2. Namun, Yudhi mengingatkan agar kondisi individu diperhatikan, termasuk potensi hipoglikemia.

“Olahraga sebelum sarapan memang bisa meningkatkan pembakaran lemak, tetapi tetap perlu menyesuaikan intensitas latihan serta kondisi kesehatan masing-masing,” jelasnya.

Baca juga: Ahli Gizi RSCM: Air Kelapa hingga Bubur Halus Bisa Bantu Redakan Gejala Keracunan

Ia menambahkan, berolahraga dengan perut kosong tidak lepas dari risiko, antara lain penurunan performa, rasa lelah yang lebih cepat muncul, serta peningkatan pemecahan protein otot yang justru dapat mengurangi massa otot. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga bisa memicu hipoglikemia ringan, pusing, hingga gangguan konsentrasi, terutama saat menjalani olahraga intensitas tinggi.

Yudhi menekankan pentingnya mendukung rutinitas olahraga pagi dengan pola makan seimbang agar tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.

“Olahraga tetap harus diiringi pola makan bergizi seimbang, supaya manfaatnya optimal tanpa menimbulkan dampak negatif pada metabolisme,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ahli Gizi RSCM: Waktu Sarapan dan Olahraga Pagi Perlu Disesuaikan dengan Tujuan Latihan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!