Minggu, 25 JANUARI 2026 • 14:48 WIB

Jembatan Gantung Mandala Kasih Kembali Buka Akses Warga Dua Kampung di Garut

Author

Jembatan Gantung Mandala Kasih Kembali Buka Akses Warga Dua Kampung di Garut

JAWA BARAT - Sebuah jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter kini menjadi penghubung utama bagi warga Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Infrastruktur tersebut menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, sekaligus membuka kembali jalur aktivitas yang selama ini terhambat.

Keberadaan jembatan ini memberi kemudahan bagi anak-anak menuju sekolah, petani menuju lahan garapan, serta warga yang hendak beribadah maupun melakukan kegiatan ekonomi di kampung seberang.

Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, dalam keterangannya kepada Tim Media Presiden di Jakarta pada Minggu, mengatakan jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI dan Vertical Rescue Indonesia (VRI) itu telah lama dinanti masyarakat. Menurutnya, akses tersebut menjadi kebutuhan mendasar karena sebelumnya warga harus menempuh jalur berbahaya atau memutar jauh.

“Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Akses pertanian, perekonomian, kesehatan, hingga kegiatan keagamaan kini lebih mudah. Bahkan untuk mengurus administrasi ke kantor desa, waktu tempuh bisa dipangkas karena sebelumnya harus berjalan sekitar tiga kilometer,” ujar Iwan.

Baca juga: Cegah Bencana Alam, Polres Garut Tanam 500 Pohon Alpukat

Sebelum jembatan baru ini berdiri, warga Kampung Baru harus menyeberangi sungai untuk menuju Kampung Punaga Jolok, termasuk bagi anak-anak yang berangkat sekolah dan warga yang mengurus keperluan administrasi. Jika tidak, mereka terpaksa memutar dengan waktu perjalanan mencapai satu jam.

“Dulu semua aktivitas benar-benar terhambat. Sekarang, setelah ada jembatan, warga bisa beraktivitas dengan lebih aman dan cepat,” lanjutnya.

Iwan menambahkan, kedua kampung tersebut sempat terisolasi hampir dua tahun setelah jembatan lama rusak akibat diterjang banjir. Selain itu, struktur jembatan sebelumnya juga mengalami kerusakan parah karena korosi, mengingat lokasi desa berada di wilayah pesisir dengan kadar garam udara yang tinggi.

Jembatan gantung yang rampung pada awal Januari 2026 ini dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat serta posisi lebih tinggi dari permukaan banjir. Tingginya ditambah sekitar 1,5 meter untuk mengantisipasi luapan sungai saat hujan lebat di wilayah hulu seperti Cikajang dan Cisompet.

Baca juga: Bupati Garut Apresiasi Peran KKN Gradasi dalam Penguatan Pembangunan Desa

“Sekarang posisinya lebih tinggi sekitar satu setengah meter dibanding jembatan lama,” jelas Iwan.

Atas selesainya pembangunan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan, TNI, serta Vertical Rescue Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak. Bantuan ini sangat berarti bagi warga Desa Mandala Kasih,” pungkasnya.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU