JAWA BARAT - Sejumlah anak muda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diajak untuk berani mengekspresikan diri melalui karya tulis, musik, maupun bentuk kreativitas lain dalam diskusi panel bertajuk “Merdeka di Tanah Sendiri” yang digelar di Garut, Sabtu.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber muda berbakat, di antaranya penulis buku Cyntha Hariadi, penulis sekaligus pegiat literasi Wawan Kurniawan, serta vokalis dan gitaris grup musik Voice of Baceprot (VoB), Firda Marsya Kurnia. Acara tersebut diikuti oleh pelajar, mahasiswa, penulis muda, hingga masyarakat umum.
Cyntha Hariadi, penulis buku “Kokokan Mencari Arumbawangi”, menekankan pentingnya membaca sebagai dasar memperkaya pengetahuan. Ia juga mendorong anak muda agar berani menulis untuk menyampaikan gagasan serta pandangan mereka. Menurutnya, forum diskusi dan pertemuan semacam ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus mengasah kreativitas.
Baca juga: Siaga Bencana, Relawan Garut Latihan Evakuasi di Medan Ekstrem
“Dengan kegiatan seperti ini, anak muda akan lebih terdorong untuk mulai belajar dan berani berkarya,” ujar Cyntha.
Senada dengan itu, Wawan Kurniawan, penulis puisi dan esai, mengajak anak muda Garut untuk menulis tentang realitas sosial di daerah mereka. Menurutnya, setiap wilayah memiliki persoalan yang layak diangkat ke ruang publik.
“Suara Garut itu penting. Jangan merasa kita hanya bagian kecil, karena Garut punya kontribusi dan makna yang bisa berdampak luas,” kata Wawan.
Sementara itu, Firda Marsya Kurnia menilai generasi muda perlu bergerak secara kolektif dalam kegiatan positif. Ia mengajak anak muda untuk mengembangkan bakat, memperbanyak membaca, serta menyalurkan ekspresi melalui tulisan maupun musik.
“Membuat karya tidak harus berupa buku. Lirik lagu pun bisa menjadi sarana menyalurkan tulisan menjadi karya musik,” tutur Firda, musisi asal Garut.
Ketua Pesta Literasi Indonesia 2025, Amie Puspahadi, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar ajang membaca atau berdiskusi, melainkan ruang untuk mempererat hubungan masyarakat sekaligus menyalakan semangat berkarya di kalangan generasi muda.
“Pesta Literasi di Garut menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian anak muda bersuara dan merayakan keberagaman melalui kreativitas,” kata Amie.
Baca juga: Bupati Garut dan Forkopimda Terima Aspirasi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut
Ranti Pebrianti, salah satu peserta diskusi yang juga alumni Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan generasi muda di era digital.
“Bagi Gen Z seperti saya, kegiatan ini mengingatkan bahwa merdeka bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga kebebasan berpikir, memahami, dan mengekspresikan diri,” ujarnya.
Diskusi panel ini terselenggara berkat kolaborasi dengan komunitas Sadar Setara. Tahun ini, Garut menjadi salah satu tuan rumah Pesta Literasi Indonesia 2025 yang mengusung tema “Cerita Khatulistiwa.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA