Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 22:24 WIB

Pakar ITB Beberkan Cara Efektif Hemat BBM di Tengah Stok yang Menipis

Author

Pakar ITB Beberkan Cara Efektif Hemat BBM di Tengah Stok yang Menipis (Antara foto)

JAWA BARAT - Di tengah terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah, terdapat sejumlah langkah berkendara yang dinilai mampu menekan konsumsi energi secara signifikan. Hal ini disampaikan oleh pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu.

Menurut Yannes, menjaga kecepatan kendaraan agar tetap stabil menjadi kunci utama penghematan BBM. Pengemudi juga disarankan menghindari gaya mengemudi agresif, seperti akselerasi mendadak maupun pengereman tiba-tiba.

“Penelitian US Environmental Protection Agency mencatat bahwa perilaku berkendara agresif dapat menurunkan efisiensi BBM hingga 33 persen di jalan tol dan sekitar lima persen di kawasan perkotaan,” jelas Yannes di Jakarta, Senin (8/9).

Baca juga: 5 Efek Samping Gonta-ganti BBM yang Harus Kamu Pahami: Bisa Bikin Komponen Mesin Cepat Rusak!

Selain itu, ia menyarankan agar mesin kendaraan dimatikan saat berhenti dalam waktu cukup lama, misalnya ketika menunggu di area parkir. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah pemborosan bahan bakar yang tidak diperlukan.

Pengemudi juga dapat menghemat konsumsi BBM dengan menjaga aerodinamika kendaraan, misalnya menutup jendela saat melaju pada kecepatan tinggi. Sementara itu, penggunaan pendingin udara (AC) sebaiknya dilakukan seperlunya.

“Penggunaan AC berpotensi meningkatkan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama saat suhu udara siang hari cukup terik,” ujar Yannes.

Dari sisi perawatan, Yannes menekankan pentingnya menjaga kondisi kendaraan. Mulai dari memastikan tekanan angin ban sesuai standar pabrikan, tidak membawa beban berlebihan, hingga melakukan servis berkala.

Baca juga: Begini Cara Cek Stok BBM Shell Terbaru dengan Mudah Tanpa Harus Datang Langsung, Dijamin Akurat!

“Mesin yang tidak terawat bisa menyebabkan pemborosan hingga 30 persen. Karena itu, rutin mengganti oli, membersihkan injektor, dan memeriksa sistem pembakaran akan membuat kinerja mesin lebih efisien,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, seperti Shell dan BP, dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan BBM sejak akhir Agustus 2025.

Meski demikian, Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya, pada Kamis (18/9) menegaskan bahwa kelangkaan tersebut hanya terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek. Secara nasional, ia memastikan stok BBM masih berada pada kondisi aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author

Yudo Utomo

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU